Musim Buah-Buahan Berikan Dampai Positif Pada Perusahaan Kargo

0
537
Langsat asal Kalbar di Kargo Bandara Supadio Siap di kirim ke luar Kalba (Tribun Pontianak / Maskartini)

Pontianak – (suaracargo.com)

Musim buah-buahan memberikan dampak positif terhadap pengiriman barang keluar dari Kargo Bandara Supadio Pontianak. Kepala Unit Bisnis Pelayanan Kargo, Iwan Gunawan mengatakan salah satu yang menonjol adalah pengiriman khusus langsat yang mencapai rata-rata 37 ton perhari.

Iwan mengakui bahwa sejak pertengahan Januari 2017 barang kargo outgoing mulai ada peningkatan rata-rata 175 persen. Peningkatan dikarenakan tingginya pengiriman komoditi duku atau langsat ke luar Kalbar. Diakuinya peningkatan terjadi pada setiap musim buah asal punggur ini.

“Januari 2017 barang kargo outgoing mulai ada peningkatan rata-rata 175 persen. Peningkatan terutama pengiriman khusus langsat rata-rata 37 ton perhari. Tujuannya lebih banyak ke Jakarta,”ujar Iwan pada Minggu, (19/2/2017).

Secara keseluruhan, Iwan mengatakan jenis barangnya terdiri dari general atau umum seperti barang pindahan, makanan, anak ayam, ikan dan lainnya. Namun saat ini kargo outgoing atau pengiriman dikuasai oleh langsat.

“Jika tidak musim langsat, rata rata pengiriman ke luar Kalbar banyak dikuasai pengiriman ikan segar. Selain ikan segar juga barang umum seperti makanan, anak ayam, bibit tumbuhan , barang pindahan dan lainnya,”ujar Iwan, seperti dilansir tribunpontianak.co.id.

Bandara Supadio Pontianak terus berupaya meningkatkan berbagai investasi terhadap pembangunan bandara. Salah satunya yakni dengan mengembangkan usaha non-Aero dan Kargo, serta pembangunan infrastruktur bandara.

General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio, Bayuh Iswantoro mengatakan dengan daya tampung refresentatif bisnis kargo kian menjanjikan.

“Kapasitas gudang kargo kami 1.759 ton yang mana akan di perluas sejalan dengan menambahnya produksi outgoing dan incoming di Bandara Supadio Pontianak,”ujar Bayuh.
Sejak beberapa tahun terakhir Bayuh menjelaskan pengembangan bisnis di lini kargo membukukan hasil manis dengan peningkatan pendapatan dari Rp 8,3 miliar pada 2014 menjadi Rp 10,8 miliar sepanjang 2015.

Sebagian besar pemasukan berasal dari Passenger Service Charge (PSC) atau akrab dikenal airport tax. Bayuh menjelaskan pihaknya memang melakukan investasi melihat potensi yang ada.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here