NAMARIN: Penggeledahan Ruang Kerja Dirut Pelindo II Bisa Rusak Reputasi Maritim Indonesia

0
326
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Penggeledahan ruangan kerja Dirut Pelindo II (IPC) oleh Bareskrim Polri menuai komentar dari National Maritime Institute (Namarin). Dalam percakapan melalui telepon dengan redaksi, Direktur Eksekutif Namarin, Siswanto Rusdi menilai penggeledahan tersebut sangat terkesan dipaksakan dan dapat merusak nama baik dan reputasi Indonesia di bisnis maritim internasional.

“Polisi mengatakan bahwa ada yang mengadukan, nah seharusnya identitas pelapor diungkap. Jika tidak, wajar ada kesan dipaksakan” kata Rusdi sambil memberi contoh pada kasus Abraham Samad, BW, Adnan, dan lain-lain. Mereka semua diadukan ke polisi dengan identitas pelapor yang jelas. Lagi pula, Rusdi mengingatkan bahwa kasus mark up pembelian mobile crane tersebut sudah ditangani oleh KPK.

“Penggeledahan tersebut, bahkan ada yang menyebutnya ‘penggerebekan’, akan mengesankan bahwa pelabuhan Tanjung Priok sebagai sarang mafia. Ini akan menghancurkan nama baik pelabuhan nasional kita”. Kata Rusdi mengingatkan.

“Harus ada arahan dari presiden agar rangkaian pemeriksaan polisi yang katanya terkait dwelling time tersebut dilakukan dengan cara-cara yang lebih elok. Ini penting agar iklim usaha kepelabuhan tetap kondusif”. Lanjut Rusdi, seperti dilansir jurnalmaritim.com.

Rusdi juga mengingatkan bahwa upaya penurunan dwelling time saat ini digelar di tengah kondisi ekonomi yang tengah melambat, dimana aktivitas ekspor-impor tengah menurun. Artinya, angka dwelling time secara alamiah akan turun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here