Negara Kepulauan, Transportasi Laut Harus Luar Biasa

0
363
Ignasius Jonan (wikipedia.org)
Ignasius Jonan (wikipedia.org)

Surabaya – (suaracargo.com)

Banyak harapan digantungkan investor lokal dan dunia kepada Kementerian Perhubungan sejak Presiden Joko Widodo mencanangkan fokus membangun tol laut dan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Bagaimana pandangan dan langkah Menteri Perhubungan Ignatius Jonan merealisasikan semua itu, Kompas mewawancarainya saat berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. Berikut wawancara tersebut, sebagaimana dilansir Harian Kompas tanggal 1 Desember 2014.

Investor berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan pelabuhan baru, sampai sejauh mana itu bisa dilakukan?

Perwujudan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembagnunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tidak bisa dipaksa. Pemerintahan sekarang fokus untuk menggunakan dana APBN bagi daerah-daerah yang seara komersial tidak menarik untuk dibangun oleh swasta. Jadi, jika ada ruang dan peluang membangun pelabuhan yang secara komersial bagus, pemerintah justru akan mendorong swasta untuk masuk.

Prioritas perwujudan poros maritim seperti apa?

Pemahaman poros maritim dunia itu adalah kita ini negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi, harus dibangun transportasi laut yang luar biasa. Pulau-pulau harus terkoneksi. Pesawat udara untuk manusia, sedangkan kapal laut untuk angkutan barang.

Kalau interkoneksi antara pulau bagus, kapal-kapal besar dari seluruh dunia bukan hanya masuk Jakarta, melainkan juga bisa langsung masuk Belawan, Bitung, Makassar, Ambon dan wilayah Indoensia lainnya. Sekarang ini kan, maunya semua dimasukkan ke Jakarta. lalu dipecah-pecah lagi. Kan jadi mahal dan tidak efisien.

Kondisi inilah yang mendorong Presiden Jokowi ingin membangun 24 titik pelabuhan sekelas Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Seiring dengan itu, penjagaan juga akan diperketat Jadi, kalau banyak barang akan dikirim ke Sulawesi, ya langsung saja ke Bitung atau Makassar. Jadi, tidak usah mampir ke Tanjung Priok lagi.

Targetnya berapa tahun?

Kalau mulai dibangun tahun depan, saya optimistis dalam lima tahun akan selesai. Namun, karena banyak daerah komersial, kita harapkan yagn bangun swasta saja. Negara akan berinvestasi di daerah-daerah kecil yang tidak realistis bagi swasta masuk.

Dalam jangka pendek dan mendesak, apa yang akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan?

Ada dua hal yang harus dibenahi. Pertama, keselamatan angkutan. Sebab, selama ini karena sibuk mengurusi hal-hal lain, keselamatan terlupakan. Sekarang sudah ada staf ahli bidang keselamatan. Yang kedua adalah pelayanan publik yang memadai. Contohnya, Bandar Udara Radin Inten III Tanjung Karang, Lampung. Masak menaranya di luar. Bandaranya juga kotor sekali.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here