Nelayan Protes Kegiatan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Selatpanjang

0
576

Selatpanjang – (suaracargo.com)

Nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak bersedia menerima aktivitas bongkar muat kapal kargo dilakukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Selatpanjang.

Mereka khawatir, pelabuhan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang dijadikan tempat pelelangan ikan tersebut akan runtuh akibat aktivitas kapal kargo.

“Turap Pelabuhan Camat yang strukturnya kuat saja runtuh karena aktivitas bongkar muat kapal. Apalagi pelabuhan perikanan,” ujar Azmi, seorang nelayan di Selatpanjang, Kamis (3/11/2016).

Selain khawatir tempat itu akan runtuh, aktivitas bongkar muatan kapal kargo juga dianggap mengganggu aktivitas nelayan yang akan melelang hasil tangkapannya.

Pasalnya, untuk bisa merapat ke pelabuhan tersebut, nelayan harus menunggu aktivitas bongkar muat kapal kargo selesai. Tak jarang, para nelayan harus menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari lamanya.

“Isi muatan kapal kargo itu bisa mencapai seratusan ton. Kami harus menunggu hingga dua sampai tiga jam baru bisa merapat ke pelabuhan,” ujarnya.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor : M. Nahar
Sumber : Tribun Pekanbaru

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here