Nilai Tukar Dollar Menguat, Usaha Angkutan Pelabuhan Lesu

0
248
Petugas pelabuhan melintasi kontainer berisi produk Hortikultura (bawang) di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (20/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat
Petugas pelabuhan melintasi kontainer berisi produk Hortikultura (bawang) di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (20/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Surabaya – (suaracargo.com)

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah turut mempengaruhi bisnis angkutan di pelabuhan. Para pengusaha bisnis angkutan merasakan melemahnya rupiah memperburuk kondisi perekonomian yang dirasakan melambat setahun terakhir.

“Di Tanjung Perak, kurang-lebih 40 persen unit kendaraan tidak beroperasi. Setiap hari sekitar 4.000 unit tidak mendapatkan muatan,” kata Ketua DPC Angkutan Khusus Organda Tanjung Perak Kody Fredy Lamahayu kepada wartawan di sela-sela deklarasi Asian Shippers Alliance (ASA), Rabu, 18 Maret 2015, sebagaimana dilansir tempo.co.

Nilai dolar AS yang tinggi, menurut Kody, membuat harga suku cadang truk yang menggunakan kurs dolar melambung tinggi. Di samping itu, ditutupnya ekspor barang tambang membuat aktivitas angkutan truk ikut menurun. “Belum lagi musim hujan mengakibatkan terlambatnya proses pembongkaran di pelabuhan,” ujarnya.

Perekonomian yang melambat ini sangat tidak menguntungkan di mata para pengusaha angkutan. Dari total sekitar 8.000 orang sopir dan kernet di Tanjung Perak, sebagian besar tak mendapat upah setiap harinya. “Ini membuat mereka malas, karena ketika datang hanya dapat uang makan dan transportasi saja. Tapi nggak dapat upah,” kata Kody.

Kody berharap, pemerintahan Joko Widodo bisa segera mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah ini. “Kami mohon kepada pemerintah agar menekan kurs dolar. Juga melancarkan arus barang terutama ekspor dan impor, agar pekerja angkutan di pelabuhan bisa mendapatkan pekerjaan setiap hari,” ujar Kody.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY