Obat dan Makanan Ilegal Masuk ke Wilayah NKRI Lewat “Pelabuhan Tikus”

0
291
ilustrasi peti kemas (Heru Purnomo/kompas.com)
ilustrasi peti kemas (Heru Purnomo/kompas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Produk obat dan makanan ilegal yang ada ke wilayah hukum Republik Indonesia diduga banyak yang diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak resmi atau biasa disebut ‘pelabuhan tikus’. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang sangat rentan terhadap lalu lintas barang ilegal dari berbagai daerah maupun negara.

“Indonesia banyak pintunya. Umumnya masuk melalui pelabuhan tikus,” kata Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta Dewi Prawitasari saat ditemui wartawan usai acara pemusnahan obat dan makanan ilegal di Balai Besar POM, Cilangkap, Rabu (10/12), sebagaimana dilansir ccnindonesia.com.

Menurut Dewi, obat dan makanan ilegal banyak yang dimasukkan melalui Selat Malaka dan pantai timur Sumatera, Malaysia, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. “Paling banyak dari Pekanbaru lalu masuk ke Batam,” ujar Dewi.

Obat dan makanan ilegal itu, lanjut Dewi, datang dengan diangkut kapal-kapal besar. Obat dan makanan tersebut selanjutnya didistribusikan ke kapal-kapal kecil. Jumlah yang didistribusikan sebenarnya tidak banyak, namun praktik tersebut berlangsung terus menerus. “Mungkin hanya dua dus. Tapi proses itu terus berkesinambungan,” kata Dewi.

Dewi juga menjelaskan, petugas yang ada tidak cukup untuk mengawasi aktivitas di pelabuhan tikus tersebut. Apalagi, wilayah laut Indonesia begitu luas sementara tidak pernah ada perubahan yang cukup berarti oleh pemerintah dari waktu ke waktu.

Hal itu membuat lalu lintas peredaran barang, obat, serta makanan ilegal yang masuk ke Indonesia cukup besar. “Di situ Bea Cukai tidak ada. Pemerintah daerah setempat harus aktif mengawasi,” kata Dewi.

Untuk mengurangi peredaran obat dan makanan ilegal ini, Dewi juga mengimbau masyarakat berperan aktif melakukan pengaduan jika ditemukan pelanggaran.

Menurut catatan kepolisian, di wilayah Sumatera saja setidaknya terdapat 130 pelabuhan tikus yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai. Khusus di Batam, Kepulauan Riau, terdapat 30 pintu masuk pelabuhan ilegal.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here