Operasional Pelabuhan Tanjung Kendal Tunggu Izin Kemenhub

0
502
Salah satu pintu masuk dermaga pelabuhan Kendal (krjogja.com)
Salah satu pintu masuk dermaga pelabuhan Kendal (krjogja.com)

Kendal – (suaracargo.com)

Pelabuhan Tanjung Kendal, di Kecamatan Kaliwungu, siap beroperasi. Hingga kini, pelabuhan yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini tinggal menunggu izin operasi dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal Subarso memastikan, pihaknya sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional pelabuhan. Mulai dari penyediaan listrik, air bersih, rambu-rambu, hingga lampu navigasi pelabuhan.

“Termasuk tenaga SDM juga sudah kami berikan pelatihan tentang pelabuhan,” ujarnya, kepada wartawan, Minggu (9/2/2015).

Kendati demikian, pengoperasian pelabuhan masih terkendala izin operasional dari Kementerian Perbuhungan. “Jadi belum bisa dioperasikan, karena belum ada izin dari Kementrian Perhubungan,” lanjutnya.

Pihaknya mengaku, sudah mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan mulai akhir 2014 lalu. Sekarang ini, pihaknya sedang menunggu turunnya izin.

“Harapannya segera turun izinnya, sehingga bisa langsung kami operasikan, karena semua sudah siap, termasuk tenaga,” paparny, sebagaimana dilansir sindonews.com.

Pemecah ombak atau break water, sebagaimana dijelaskan Subarso, juga sudah selesai dibangun pada akhir 2014 lalu. Begitu pula pengerukan untuk memperdalam kolam pelabuhan agar sesuai dengan kedalaman minimal yang dibutuhkan kapal-kapal untuk bersandar di area dermaga. Kedalama air itu akan menjamin keamanan kapal – kapal saat akan masuk dan bersandar di pelabuhan.

Perihal akses masuk, kata Subarto, sudah selesai satu lajur untuk arah masuk. Sedangkan lajur lainnya saat ini masih diusulkan anggarannya melalui APBN sebesar Rp42 miliar. “Belum tahu bisa dibangun kapan, karena baru diajukan, kemungkinan baru disetujui nanti 2016,” tambahnya.

Sementara Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang memproses selesainya tujuan Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, yang menjadi sandaran kapal dari Kabupaten Kendal.

“Sebab Pelabuhan Tanjung Kendal nantinya beroperasi sebagai jalur penyebrangan Kendal, Jateng-Kumai, Kalimatan Tengah. Sebenarnya Pelabuhan Kumai dibangun lebih dulu dari Kendal, tapi sampai sekarang belum jadi,” ungkapnya.

Dia meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan SDM dan sarana-prasrana. Seperti rambu-rambu, tempat sandaran, penyediaan air bersih, penyediaan listrik, dan lainnya.

“Sambil menunggu pelabuhan Kumai selesai dibangun, kami mulai persiapkan SDM dengan memberikan pendidikan pelatihan dan melengkapi sarana dan prasarana. Harapannya, tahun ini bisa dioperasikan,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here