Organda Jatim: Truk Tidak Overload Bisa Kurangi Biaya Spare Parts

0
330
Angkutan barang melintas di Jalan Nasional yang berada di kawasan Dudukan KM 19, Desa Sukoreno, Sentolo, Selasa (5/8/2014). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Angkutan barang melintas di Jalan Nasional yang berada di kawasan Dudukan KM 19, Desa Sukoreno, Sentolo, Selasa (5/8/2014). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)

Surabaya – (suaracargo.com)

Organda Jatim dan pengusaha truk sangat setuju dengan aturan tegas bagi truk yang overload. Persetujuan ini adalah karena jika truk tidak overload atau kelebihan beban, cost untuk spare part akan banyak berkurang.

H.B. Mustofa Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organda Jatim pada Radio Suara Surabaya mengatakan, memang awalnya banyak pengusaha angkutan yang protes. Kalau para pengusaha tidak mengangkut barang melebihi kapasitas truk, mereka tidak akan bisa menutup biaya operasional. “Kalau memang benar-benar dilaksanakan, Organda siap dengan segala konsekuensinya,” katanya, seperti dilansir suarasurabaya.net.

Namun, lanjut Mustofa, harus diingat terjadinya kerusakan jalan bukan saja karena truk-truk yang overload tapi karena kualitas jalan yang kurang bagus dan faktor alam.

Mustofa juga mengatakan, pihaknya berusaha memberitahu teman-teman anggota tentang aturan main ini meski baru berjalan hanya 3 jam. Sekarang, pengusaha tinggal memikirkan kontrak yang sudah dibuat dengan pemilik barang. “Kalau truk patuh dengan zero mereka tidak rugi. Kalau ada yang melanggar, polisi silahkan menangkan,” tambah dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here