Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Tindak Lanjuti Arah Menhub

0
165
ilustrasi penanganan peti kemas

Batam – (suaracargo.com)

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk terus mendukung dan menciptakan pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan kelas dunia. Pelabuhan yang memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan murah kepada para pengguna jasa transportasi laut.

Arif juga memastikan agar layanan Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok akan dapat diterapkan secara konsisten dengan meningkatkan pengawasan serta menyediakan layanan pengaduan.

“Sesuai dengan arahan Menhub (Menteri Perhubungan), Pelabuhan Tanjung Priok akan terus memacu peningkatan layanan di Pelabuhan Tanjung Priok dan memastikan layanan Inaportnet diimplementasikan secara konsisten serta peningkatan pengawasan juga menyediakan layanan pengaduan,” katanya.

Sebelumnya, peninjauan Pelabuhan Tanjung Priok pada Ahad, 4 Maret 2018, Menteri Budi meminta Pelabuhan Tanjung Priok memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, juga murah.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, berbagai perubahan signifikan yang terjadi setelah penerapan Inaportnet secara konsisten di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut dia, penerapan aplikasi Inaportnet yang sudah berjalan sangat mendukung terwujudnya pelayanan kepelabuhanan yang mudah, cepat, transparan, serta murah.

“Pelayanan yang cepat terlihat dari adanya perubahan pada proses kapal tiba atau berangkat, yang sebelumnya dilakukan manual yang memakan waktu enam jam untuk datang menemui petugas, kini dengan Inaportnet, proses kapal tiba atau berangkat hanya 30 menit,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arif menuturkan, pembayaran pendapatan negara bukan pajak (PNBP) labuh sebelumnya harus datang ke loket dan pengurusan delivery order (DO) online harus datang ke kantor pelayaran, bank, juga terminal yang membutuhkan waktu satu sampai tiga hari.

“Namun, dengan adanya Inaportnet, pembayaran PNBP labuh terintegrasi dengan Simponi sehingga tidak perlu datang ke loket. Begitu juga dengan pelayanan DO online hanya memakan waktu 10 menit tanpa perlu antre dan datang,” katanya, seperti dilansir batam.tribunnews.com.

Sementara sistem Inaportnet juga memberikan kemudahan dalam pelayanan kepelabuhanan. Sebelumnya, dalam proses laporan kedatangan atau keberangkatan kapal harus datang ke kantor Syahbandar dan kantor Otoritas Pelabuhan. Dengan banyaknya dokumen berkas kedatangan/keberangkatan kapal serta mesti mendatangi langsung petugas, termasuk pengurusan DO, proses ini tentunya mengakibatkan kesulitan dalam mengetahui posisi kapal dan kontainer terkini prosesnya.

“Dengan adanya Inaportnet V.2, melaporkan kapal tiba/berangkat bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Semua prosedur dilakukan dengan aplikasi DO online. Tracking dan tracing posisi kapal dan barang dengan mudah dapat dilakukan dengan Inaportnet V.2,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here