PAD Pelabuhan Kota Tanjungpinang Belum Mencapai Target

0
474
Aktivitas bongkar-muat di pelabuhan di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Aktivitas bongkar-muat di pelabuhan di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

Batam – (suaracargo.com)

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pelabuhan untuk tahun 2015 sebesar Rp150 juta.

“Insyaallah target akan kami upayakan tercapai. Tapi saat ini yang terpenting bagaimana supaya kapal masuk ke pelabuhan kita, mengingat fasilitas pelabuhan Pemko Tanjungpinang masih minim,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kepelabuhanan, Harry Suhendra ditemui di kantornya, Selasa (29/9).

PAD dari sektor pelabuhan diperoleh dari empat item pungutan retribusi, yaitu retribusi pelayanan kapal, retribusi alat, retribusi barang dan retribusi jasa lainnya. Sejak Januari hingga September tahun 2015, pendapatan yang diperoleh oleh Dishubkominfo masih dibawah 50 persen dari sektor pelabuhan.

Rendahnya pendaptan PAD ini disebabkan masih terbatasnya fasilitas yang ada di tiga pelabuhan milik Pemko Tanjungpinang. Keterbatasn tersebut mengakibatkan keterbatasan jumlah kapal yang bisa bersandar di pelabuhan. “Kapal yang masuk harus bergantian, jadi memang terkesan lambat. Tapi untuk target tetap kami upayakan supaya terkejar,” ujarnya, seperti dilansir batampos.co.id.

Harry melanjutkan, waktu sandar yang dibutuhkan kapal bahkan bisa mencapai lima hari, jika yang diangkut merupakan bahan kebutuhan pokok campuran. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena khawatir jika dilarang maka kapal tersebut akan pindah ke pelabuhan lainnya. Tentu kondisi ini akan mengakibatkan semakin berkurangnya pemasukan ke tiga pelabuhan milik Pemko Tanjungpinang, yang berlokasi di Pelantar II, Tanjungunggat dan Seijang.

Keterbatasan anggaran menjadi alasan klasik mengapa sampai saat ini fasilitas pelabuhan belum memadai. Tapi pihaknya berjanji secara bertahap perbaikan akan dilakukan. “Sementara ini, kami memanfaatkan fasilitas yang ada,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here