Pakar Kelautan: Indonesia Harus Kurangi Jumlah Pelabuhan Internasional

0
393
ilustrasi pelabuhan (industri.bisnis.com)
ilustrasi pelabuhan (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Untuk membangun sektor maritim yang kuat, pemerintah diminta untuk menyederhanakan pelabuhan bertaraf internasional yang ada di dalam negeri.

Pakar Kelautan dan Maritim Son Diamar mengatakan, pelabuhan-pelabuhan internasional Indonesia saati ini, yang jumlahnya mencapai 140 buah pelabuhan, dinilai terlalu banyak. Pelabuhan sebanyak itu sangat berat jika dikelola dengan kemampuan di dalam negeri seperti saat ini. Pasalnya meski jumlahnya banyak, operasional masing-masing pelabuhan tersebut dirasa tidak optimal.

“Pelabuhan hub kita harus disedehanakan. Jangan seperti sekarang terlalu banyak bahkan sampai 140 pelabuhan internasional, cukup 20 pelabuhan saja,” ujarnya di Jakarta, seperti dilansir Liputan6.com pada hari Rabu (25/2/2015).

Dia mencontohkan, negara sebesar Amerika Serikat (AS) saja saat ini hanya memiliki delapan pelabuhan internasional. Sedangkan sisanya, hanya pelabuhan domestik yang hanya bisa disandari oleh kapal kecil.

“Amerika saja cuma punya delapan pelabuhan internasional, lainnya pelabuhan lokal saja sehingga tidak bocor. Kita punya 140 pelabuhan tapi tidak optimal, tenaga kerja tidak ada, kapal yang masuk juga kecil-kecil, akhirnya tetap harus ke Singapura dulu,” jelas dia.

Untuk 20 pelabuhan ini, lanjut Son, pemerintah harus membangunnya secara merata di beberapa wilayah Indonesia baik di bagian barat maupun timur. Dengan demikian, Indonesia diharapkan bisa menjadi tempat transit kapal-kapal asing dan membawa nilai ekonomi bagi Indonesia.

“Harusnya disebar merata, karena tidak pelabuhan bisa yang sudah ramai itu ditiadakan. Harus dibangun Seperti di Lombok, Donggala, Tarakan, Morotai, Sorong, Biak. Yang di timur perlu diperbesar dan diperbanyak,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here