Pangkas Biaya Bongkar Muat, PT Pelabuhan Tanjung Priok Tawarkan Paket Pengiriman Barang Murah

0
446
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta – (suaracargo.com)

BUMN Pelabuhan PT Pelindo II bersama dengan PT Pelindo III melalui PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) membuat program promosi angkutan laut murah Jakarta-Surabaya. Layanan itu mengenakan tarif bertarif Rp2 juta per-kontainer ukuran 20 ft. Layanan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban angkutan di darat yang telah mendominasi sekitar 90 persen dari total distribusi barang di pulau Jawa.

“Paket ini merupakan paket layanan port to port yang dihadirkan dengan harga maupun waktu tempuh yang cukup kompetitif jika dibandingkan dengan moda transportasi darat seperti truk maupun kereta api,” ujar Direktur Utama PTP, Ari Herianto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/3).

Ari mengatakan, layanan ini adalah bagian dari usaha korporasi untuk meraih pasar angkutan barang di pulau Jawa yang sangat besar. Setiap harinya, sekitar 60 juta ton barang diangkut dari Jakarta ke Surabaya, dan 51 juta ton dari Surabaya ke Jakarta. “Langkah ini juga dimaksudkan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memindahkan moda angkutan dari darat ke laut,” tuturnya.

Menurut Ari, banyak keuntungan ekonomi yang bisa diraih jika moda angkutan beralih ke laut, diantaranya berkurangnya polusi udara dan kemacetan di jalan, khususnya di jalur pantura. Moda transportasi laut juga bisa mengurangi beban subsidi bahan bakar di darat dan biaya perawatan jalan yang sangat besar. “Ini juga sesuai dengan program tol laut pemerintah,” tandasnya.

Diakui Ari, secara hitungan bisnis angka tersebut memang rugi, namun, langkah ini merupakan bagian dari strategi promosi perusahaan untuk menarik pangsa pasar di darat beralih ke laut. Ari menyebutkan, pihaknya telah memangkas biaya stevedoring dari yang tadinya sebesar Rp925.000/container ukuran 20 ft menjadi sebesar Rp500.000. Selain itu, pihaknya juga membebaskan biaya storage atau masa penumpukan dalam satu hingga tiga hari.

Lebih lanjut dijelaskannya, Rp500.000 adalah biaya pengapalan dan bongkar muat di pelabuhan muat, plus Rp500.000 di pelabuhan bongkar. Dan sisanya Rp1.000.000 adalah ongkos angkut (freight) kapal. “Sehingga total biaya layanan ini hanya Rp2 juta per-boks,” urainya, sebagaimana dilansir jurnalmaritim.com.

Selain harga yang murah, paket ini juga menawarkan waktu tempuh yang cukup kompetitif jika dibandingkan dengan moda transportasi truk maupun Kereta Api. Untuk waktu tempuh perjalanan laut, dikatakan Ari, memakan waktu 20 hingga 22 jam.

Ari memastikan, baik pihak pelabuhan maupun kelima perusahaan pelayaran yang diajak bekerja sama berkomitmen untuk memberikan kepastian pengoperasian kapal dengan jadwal rutin serta kepastian lokasi penyandaran di terminal pelabuhan. Dalam paket promosi ini, Pelindo menggandeng lima perusahaan pelayaran swasta diantaranya PT Meratus Line, PT Salam Pasific Indonesia Line, PT Caraka Tirta, PT Tanto Intim Line, dan PT Tempuran Emas Line (Tbk).

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here