Para Kepala Daerah Apresiasi Proyek Pembangunan Jalan Tol Ciawi Sukabumi

0
190
ilusrasi pembangunan infrastruktur (okezone.com)
ilusrasi pembangunan infrastruktur (okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Dukungan infrastruktur berupa akses jalan ke dalam suatu kawasan dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Tidak hanya industri manufaktur, industri pariwisata di kawasan sekitar pun akan tumbuh dan berkembang.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didin Junaedi menilai, pencanangan pembangunan tol Ciawi-Sukabumi seksi I Ciawi-Cigombong oleh MNC Tol Investama sangat positif. Tol yang akan menghubungkan Kota Bogor dan Sukabumi itu diyakini bakal meningkatkan potensi daerah yang kaya akan destinasi wisata alam.

“Kota ini (Bogor) punya potensi kawasan wisata alam yang menarik. Apalagi jika dihubungkan dengan daerah lain seperti Sukabumi,” ujar Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didin Junaedi kepada KORAN SINDOkemarin. Saat ini masih banyak daerah kawasan wisata yang membutuhkan infrastruktur. Akses jalan tol yang dibangun ini memungkinkan potensi daerah tersebut menjadi berlipat-lipat.

“Infrastruktur sangat vital dalam mendorong suatu kawasan. Jika jalan tolnya tersedia, itu memungkinkan efisiensi waktu ke destinasi wisata. Pada akhirnya itu bisa menggerakkan pendapatan masyarakat di sektor pariwisata,” papar Didin.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Achmad Ghany Ghazaly mengatakan, akses jalan tol itu akan memperlancar lalu lintas di daerah yang kian berkembang. Jalan tol itu juga akan memudahkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan ekonomi. “Secara tidak langsung ini akan memberikan efek besar terhadap kehidupan perekonomian masyarakat setempat,” ucapnya.

Pencanangan pembangunan tol Ciawi-Sukabumi yang dilaksanakan pada hari Senin (9/2) lalu turut mendongkrak harapan masyarakat setempat. Harapan tersebut antara lain diutarakan sejumlah aparat kelurahan/desa wilayah Ciawi-Caringin-Cigombong dan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Mereka berharap dimulainya pembangunan tol itu memunculkan pusat-pusat perekonomian baru yang dapat banyak menyerap tenaga kerja bagi warga sekitar. “Kami harap dengan dimulainya pembangunan tol itu kami dilirik oleh investor untuk menanamkan modalnya di desa kami,” kata Kepala Desa Ciherang Pondok (Caringin) Aldi Wiharsa kepada KORAN SINDO kemarin.

Harapan senada diungkapkan Kepala Desa Cimande Hilir (Kecamatan Caringin) Alimudin. Dia berharap warga sekitar dapat diserap menjadi tenaga kerja dalam proyek itu. “Saya yakin ekonomi di Cimande Hilir bakal menggeliat, ditambah lagi akan banyak jalan tembusan, secara tidak langsung banyak pusatpusat bisnis baru di sekitar tol,” ujarnya, sebagaimana dilansir koran-sindo.com.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Bupati Bogor Nurhayanti menyatakan pembangunan tol ini membuka pertumbuhan di wilayah selatan dan merupakan solusi kemacetan yang sering terjadi di jalur Ciawi ke Sukabumi. Pemkab Bogor menyambut baik keberadaan jalan tol ini. “Harapan kami semoga pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi dapat cepat tuntas karena mampu menggerakkan perekonomian sekitarnya,” katanya.

Seperti diketahui, ruas tol ini telah lebih dari 17 tahun terbengkalai, sebelum akhirnya dibangun kembali oleh MNC Tol Investama melalui anak usahanya, PT Trans Jabar Toll. Seperti diberitakan sebelumnya, di acara pencanangan pembangunan ruas tol tersebut, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) menegaskan komitmen untuk menuntaskan pembangunan ruas tol ini secepat mungkin.

HT menegaskan, realisasi percepatan tol Ciawi-Sukabumi sangat penting untuk menumbuhkan aktivitas perekonomian, khususnya perekonomian di Jawa Barat. “Karena itu saya berharap proyek nasional ini menjadi perhatian semua pihak. Karena bukan MNC saja, tapi semua akan diuntungkan dengan keberadaan tol ini,” katanya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin, pada acara yang sama menyatakan, optimisme bahwa pembangunan jalan tol sepanjang 54 km ini akan memacu aktivitas industri di kawasan tersebut. Tol ini juga menjadikan kawasan sekitar menjadi lokasi alternatif bagi industri, mengingat kondisi Jakarta dan sekitarnya yang telah sangat padat.

“Jadi bagi industri eksisting, tol ini menghemat biaya logistik sekaligus meningkatkan volume angkut. Bagi investor yang sedang mencari lahan, ini poin unggulan,” katanya. Hal senada dikatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dia berharap pembangunan tol ini segera terealisasi.

“Saya percaya sejak diambil alih MNC, tol Ciawi-Sukabumi dapat segera terbangun dan hari ini sebagai tanda dimulainya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono menilai pembangunan ruas tol ini sebagai simbol pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengingat infrastruktur, termasuk jalan tol, menjadi salah satu daya dorong bagi tumbuhnya perekonomian.

“Pencanangan pembangunan ruas tol ini merupakan simbol pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, kita selalu mendukung bisnis jalan tol dengan perbaikan-perbaikan regulasi,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY