Parkir Semerawut Karena Pelabuhan Tanjungbatu Tidak Punya Terminal Kendaraan

0
329

Kundur – (suaracargo.com)

Kondisi pintu keluar Pelabuhan Syahbandar Tanjungbatu semrawut. Angkutan umum dan tukang ojek memarkirkan kendaraannya di badan jalan, persis berhadapan dengan pintu keluar selasar pelabuhan. Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun karena pelabuhan tidak memiliki terminal kendaraan.

Camat Kundur Saipol mengatakan, area parkir di pelabuhan domestik Tanjungbatu memang tidak ada. Namun, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Khusus Kepri di Karimun beberapa bulan lalu. Surt itu berisi permemintaan izin agar lahan milik Bea dan Cukai di pinggir pintu keluar pelabuhan dapat dimanfaatkan sebagai terminal.

“Tanah milik Bea dan Cukai itu tidak terpakai dan jadi lahan kosong. Kalau memang dapat izin akan kita bersihkan dan ditimbun agar dapat dimanfaatkan sebagai areal terminal untuk parkir kendaraan,” ujar Saipol, kemarin.

Dia mengatakan, hingga kini belum ada tanggapan dari pihak DJBC Kanwil Khusus Kepri terkait permintaan tersebut. Sementara, masyarakat berharap agar ada fasilitas parkir representatif, sehingga tidak ada lagi kendaraan menutupi jalan.

“Angkutan umum termasuk ojek menunggu penumpang kapal keluar terpaksa parkir di jalan dan menutupi akses keluar. Mau parkir di mana lagi mereka. Minimal kalau kita dapat izin prinsip untuk pemakaian saja, maka bisa dilaksanakan dan dikelola dengan baik,” katanya, seperti dilansir sindobatam.com.

Sementara Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya melalui Kabid Penindakan dan Sarana Operasi R Evy Suhartantyo mengatakan, aset berupa lahan kosong di pelabuhan Tanjungbatu tersebut adalah milik Kementerian Keuangan RI. “Kalau mau dimanfaatkan ya diajukan ke sana (Kementerian Keuangan),” ujar Evy.

Disinggung Camat Kundur Saipol telah menyurati DJBC Khusus Kepri untuk meminta izin agar dapat dipinjamkan lahan tersebut, Evy mengaku belum sempat membaca. “Yang memberikan persetujuan adalah Kementerian Keuangan bukan dari Kanwil. Kalau kami hanya meneruskan saja apa keinginan dari surat itu. Tentunya dengan berbagai pertimbangan,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here