Pebisnis Logistik Ingin Terlibat Pengelolaan “Rumah Kita”

0
513
ilustrasi gudang (bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia ingin terlibat dalam pengelolaan ‘Rumah Kita’ hasil sinergi Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Perhubungan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan, proyek ‘Rumah Kita’, sebagai pusat logistik di enam wilayah guna mendukung program tol laut akan difokuskan untuk pengembangkan komoditas perikanan.

“Pada Rumah Kita ini kami [ALFI] berkeinginan masuk dari sisi transportasi dan sekaligus juga komoditasnya,” tutur Yukki kepada Bisnis, Rabu (16/11/2016).

Dia menyatakan, sebetulnya sudah ada pelaku usaha swasta yang sudah terlibat di pusat logistik penunjang tol laut ini. Namun, karena terjadi penurunan produksi, pihak swasta tidak terlibat.

Yukki menyebut bahwa proyek Rumah Kita ini berskala lebih kecil ketimbang proyek Kawasan Ekonomi Khusus yang tersebar di beberapa daerah juga di seluruh Indonesia.

Oleh sebab itu, untuk mengoptimalisasi hasil produksi pada proyek Rumah Kita, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan juga harus berkonsolidasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Lima wilayah yang akan dikembangkan sebagai kawasan Rumah Kita adalah Natuna, Merauke, Larantuka, Rote dan Manokwari. Selain itu, pemerintah melibatkan empat perusahaan BUMN yakni PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) beserta anak perusahaan IPC, PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Ada pula PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), PT Rajawali Nusindo yang merupakan bagian dari RNI Group, dan PT Perikanan Nusantara (Persero). Saat ini, untuk menyinergikan antar-BUMN itu, maka Kementerian BUMN masih menyiapkan standar program Rumah Kita.

Nantinya, PT MTI bertugas menangani pemindahan barang dari dermaga ke lapangan (cargo doring), konsolidasi barang, penyediaan gudang di Jakarta dan Natuna dan pendistribusian barang ke konsumen.

Sementara itu, anak usaha Pelindo II tersebut juga menyediakan sarana dan prasarana transportasi untuk mengirim barang kebutuhan pokok sampai ke gudang di Natuna.

PT Pelni bertugas menyediakan kapal untuk mengangkut keperluan logistik dan melakukan bongkar muat kapal. PT Rajawali Nusindo bersama PT Pelni Logistik akan menyiapkan barang-barang yang akan didistribusikan ke Natuna.

Kemudian, PT Perikanan Nusantara (Persero) akan menyediakan muatan balik ke Jakarta yang merupakan hasil pembelian tangkapan nelayan Natuna. Djoko menegaskan pola sinergi keroyokan ini dijalankan guna memastikan muatan tol laut supaya masyarakat mendapatkan manfaat pasti dari program tol laut.

Program Rumah Kita merupakan hasil rapat yang dilakukan oleh Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan semua BUMN terkait pada 7 November lalu. Rencananya, uji coba program Rumah Kita ini diimplementasikan pada akhir 2016.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here