Pekerja di Sektor Logistik Wajib Bersertifikat Ahli Kepabeanan

0
369
Ilustrasi Logistik Foto: Ilustrasi/Istimewa

Bandar Lampung – (suaracargo.com)

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pasal 29 menyebutkan, setiap pegawai yang bekerja di bidang logistik ekspor impor (eksim) wajib memiliki sertifikat ahli kepabeanan.

Untuk itu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Lampung mengadakan pelatihan perusahaan pengguna jasa kepabeanan (PPJK). Pelatihan digelar di Gedung Lembaga Pejaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung, selama 32 hari, mulai 25 April-3 Juni 2016, Senin sampai Jumat jam 07.00 WIB -22.00 WIB.

Ketua Umum DPW ALFI Lampung Zamzani Yasin mengungkapkan, tujuan digelarnya pelatihan tersebut adalah untuk mendapatkan SDM yang berkualitas terutama dalam bidang kepabeanan.

“Biasanya pelatihan PPJK ini digelar di Jakarta. Satu tahun bisa sampai tiga kali. Kali ini, Ildes Mandiri (Institut of Local Government and Development Studies) mengadakan di Lampung. Kalau di Jakarta kan biayanya tinggi. Kalau di sini, kami hanya bebankan ke anggota hanya Rp 7,5 juta per orang,” ujar Zamzani, saat ditemui di sela-sela pelatihan, Selasa (26/4/2016).

Menurut Zamzani, menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) setiap orang yang bekerja di bidang logistik wajib memiliki sertifikat ahli kepabeanan. Pelatihan yang digelar saat ini, kata Zamzani, diikuti oleh 27 anggota DPW ALFI.

Sertifikat yang didapatkan nantinya, lanjut Zamzani, berlaku seumur hidup dan bisa digunakan di seluruh Indonesia. “Tidak semua daerah bisa menggelar pelatihan ini. Karena memang untuk menggelar pelatihan butuh biaya yang cukup tinggi. Alhamdulillah Lampung dipercaya untuk menggelar pelatihan dengan biaya yang tidak begitu tinggi,” tutur Zamzani, seperti dilansir Tribun Lampung.

Ketua Pelaksana pelatihan PPJK Julius Gultom didampingi Sekretaris Pelaksana Jares Mogni menambahkan, sertifikat yang didapatkan anggota tersebut nantinya didaftakan terlebih dulu ke Direktorat Bea Cukai. Setelah didaftarkan, terus Julius, dapat nomor induk dan nomor tersebut bisa dicantumkan dalam Pemberitahuan Impor/Ekspor Barang (PIB/PEB).

“Ujian pelatihan nanti digelar 29 Juli 2016. Mudah-mudahan semua anggota kami ini bisa lulus. Karena ini ujian negara. Jadi cukup sulit kelulusannya. Dalam beberapa kali pelatihan, tingkat kelulusan sekitar 15 sampai 60 persen. Bahkan, pelatihan sebelumnya dari 30 orang yang ikut pelatihan, hanya dua yang lulus. Jadi harus benar-benar konsentrasi,” jelas Julius.

Julius menginformasikan, kegiatan pelatihan PPJK tersebut merupakan rangkaian kegiatan DPW ALFI Lampung. Sebelumnya, DPW ALFI Lampung telah menggelar sertifikasi profesi bagi perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan forwarder.

“Kemudian pelatihan ini. Nanti setelah ini rencananya kami akan menggelar BFC (Basic Forwarding Courses). Waktunya nanti ditentukan kemudian,” tandas Julius.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here