Pekerja Kota Harus Mampu Siasati Kemacetan Jakarta

0
119

Jakarta – (suaracargo.com)

Aktif sehari-hari di kota yang sibuk harus disiati agar tidak terjebak pada kemacetan dan ongkos yang mahal. Caranya adalah dengan memilih transportasi yang bisa mendukung semua itu.

Berjam-jam terjebak kemacetan juga tidak baik karena salah satunya dapat menyebabkan stres dan hal itu mengganggu kesehatan. Ya, GO-JEK bisa diandalkan di momen seperti itu. GO-JEK dapat memenuhi semua kebutuhan pada saat yang tepat.

Karyawan swasta bernama Nurul (36), menggunakan GO-JEK untuk kebutuhan sehari-harinya. Sebab GO-JEK dapat diandalkan pada momen penting karirnya.

Nurul kerap menghadiri meeting dari suatu tempat ke tempat lainnya. Saat jalanan ruwet, dia mustahil untuk menjangkau meeting lainnya. Berkat GO-JEK semua dapat diatasi.

Suatu hari saat masih siang hari, bosnya memanggilnya untuk meeting di kantornya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Namun Nurul masih menghadiri meeting kliennya di kawasan Senayan. Padahal jarak Senayan-Tendean terbilang dekat, hanya 3,8 kilometer.

Kemacetan tidak akan membuat Nurul sampai ke kantornya dan dia akan dimarahi atasannya. Apalagi dengan menggunakan transportasi umum, dia tidak akan sampai ke kantornya tepat waktu. Akhirnya dia memutuskan naik GO-JEK dengan tarif hanya Rp 5.000.

Jalanan yang macet dapat ditembus dengan cepat. Menyelip di sisi kanan dan kiri. Bahkan bisa melewati ‘jalan tikus’ yang membuat mereka bisa cepat sampai tujuan.

Naik GO-JEK dalam beberapa menit dia sudah sampai ke kantornya. Nurul tersenyum lega dan bisa menghadiri meeting bersama atasan.

“Saya dapat menghemat waktu, ongkos murah, dan yang terpenting saya dapat menghadiri meeting bersama bos,” kata Nurul sumringah, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/8/2017).

Soal ongkos murah, Nurul menyatakan naik GO-JEK harga yang dipatok tidak mahal. Apalagi dia menggunakan GO-PAY sehari-hari.

Pekerja kantoran lainnya, Mia (24) terpikat dengan GO-JEK untuk kebutuhan sehari-harinya yang padat. Mia selalu menggunakan GO-RIDE untuk ke kantor.

Perlakuan driver GO-JEK juga membuat Mia tidak bisa berpindah ke yang lainnya. Driver GO-JEK selalu tersenyum ramah padanya saat menggunakan transportasi online tersebut. Saat hujan, jas hujan kerap dipinjamkan sang driver pada dirinya.

“Ramah banget drivernya. Beda dengan yang lain,” kata Mia.

Selain GO-RIDE, pekerja kerap menggunakan aplikasi GO-CAR. Contohnya Deni (25) yang memanfaatkan layanan tersebut.

Deni merupakan karyawan swasta yang tinggal di wilayah Tangerang. Beberapa waktu lalu, dia bepergian ke Bandung dengan memanfaatkan jasa kereta api. Kereta api Argo Parahyangan membawa Deni kembali ke Jakarta pada Senin (7/8/2017) pukul 19.30 WIB.

Karena jarak stasiun Gambir menuju Tangerang cukup jauh, Deni pun berinisiatif menginstal dan memanfaatkan GO-JEK sebelum tiba di Jakarta. Ini merupakan pertama kalinya bagi Deni untuk menggunakan jasa GO-JEK.

Banyaknya barang yang dibawa Deni, membuat ia memilih menggunakan GO-CAR. Sekitar 10 menit setelah melakukan pemesanan, driver pun menghubunginya dan memberitahukan posisinya. Deni pun meminta untuk dijemput di pintu keluar utara Stasiun Gambir.

Kemudian driver pun datang dan bertanya kepada Deni seputar jalan yang akan mereka lalui. Deni yang terbiasa membawa kendaraan pribadi mengatakan ia biasanya melewati daerah Tomang yang tidak terlalu macet.

Namun driver yang sudah terbiasa mengantarkan penumpang dari stasiun ke berbagai wilayah Jabodetabek itu memastikan kembali keadaan jalan melalui beberapa aplikasi seperti Google Maps dan Waze. Dia pun meminta izin kepada Deni untuk melewati jalur Gadjah Mada-Hayam Wuruk dan belok ke Grogol.

Di aplikasi itu, kepadatan kendaraan di wilayah Tomang lebih tinggi dibanding di Hayam Wuruk. Akhirnya Deni menuruti sang driver.

“Ini kali pertama naik GO-CAR, nggak nyangka bisa bebas dari kemacetan Senin di Jakarta. Drivernya smart, ngecek jalan,” kata Deni.

Mereka pun jalan melewati tol. Setelah masuk pintu tol, Deni pun bergegas memberikan uang tol Rp 10 ribu. Dengan biaya masuk tol Rp 9.500, driver pun memberikan struck dan uang kembalian Rp 500 kepada Deni.

Melihat kinerja driver yang maksimal, ramah, dan jujur, Deni merasa puas telah memanfaatkan GO-CAR. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, Deni pun sampai di rumahnya. Ia pun akan kembali menggunakan jasa GO-JEK untuk memudahkan aktivitasnya.

“Drivernya jujur, mau kasih kembalian dan struck tol meski cuma Rp 500. Kalau pelayanan GO-JEK seprima ini, bisa jadi aplikasi kepercayaan masyarakat. GO-JEK benar-benar penolong!” ucap Deni, seperti dilansir detik.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY