Pelabuhan Bakauheni akan Terhubung Jalan Tol Trans Sumatra

0
420
Foto: Dok. Kementerian PUPR / detik.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Tol Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api atau yang lebih dikenal dengan istilah MBBPT merupakan salah satu contoh infrastruktur terpadu. Iinfrastruktur dirancang untuk mendukung konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi baru yakni Tanjung Api-api, Palembang, dan Bandar Lampung di Pulau Sumatera dengan sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

“Kita bangun Jalan Tol yang terhubung dengan Pelabuhan. Contohnya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dengan Pelabuhan Bakauheni,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hermanto Dardak, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

To Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan bagian dari jaringan tol Trans Sumatera. Sedangkan di sisi Merak, kata Hermanto, akan dikoneksikan pula infrastruktur pelabuhan dengan infrastruktur jalan tol.

“Saat ini memang kita baru bangun jalan non tol selebar 4 lajur yang langsung menghubungkan Merak (Pelabuhan Merak) dengan Jalan Tol Jakarta-Merak. Tapi ke depan akan dibuat juga akses langsung sehingga terkoneksi penuh,” sambung dia, seperti dilansir detik.com.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang terpadu antara jalan tol dan pelabuhan ini, arus barang dan manusia yang bergerak antar dua pulau ini akan semakin lancar. Pemerataan ekonomi di berbagai wilayah yang masuk dalam cakupan program ini juga akan semakin terdorong.

“Jadi nanti kendaraan bisa masuk dari jalan tol, langsung ke Pelabuhan, langsung sambung naik Ferry ke Pelabuhan Merak. Dari Merak langsung sambung jalan tol dan masuk jaringan jalan tol Pulau Jawa. Bisa juga sebaliknya. Kalau sudah begini, simpul-simpul logistik yang selama ini menghambat bisa diurai. Ekonomi bisa lebih merata,” kata Hermanto.

Upaya sinergi ini diharapkan dapat dilakukan dalam program yang lebih luas lagi. Sehingga makin banyak keterpaduan yang terwujud antara infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Perhubungan.

Untuk mewujudkan perluasan integrasi tersebut hari ini Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan menggelar sarasehan bertema “Membangun Infrastruktur Transportasi Berkesalamatan” di Balai Kartini, Jakarta.

Sarasehan ini digelar dengan tujuan mempererat sinergi dua kementerian yang menjadi tulang punggung penyediaan sistem transportasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi antar wilayah.

Menurut Direktur Angkutan dan Multi Moda Kemenhub, Cucu Mulyana, dengan adanya keterpaduan infrastruktur yang dibangun kedua kementerian ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan sekaligus pemeritaan ekonomi di berbagai wilayah.

“Bila transportasi lancar maka akan mendorong investor untuk mau menanamkan modal serta meningkatkan investasi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika sarana transportasi satu daerah mengalami kegagalan dan hambatan seperti macet, bukan mustahil akan menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” kata Cucu dalam kesempatan yang sama.

Sarasehan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pameran Infrastruktur dan Transportasi 2016 pada 16-18 September 2016 mendatang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here