Pelabuhan Bitung Akan Jadi Gerbang Ekspor Impor Indonesia Timur

0
381
bongkar muat pupuk di Pelabuhan Tanjung Wangi (beritajatim.com)

Manado – (suaracargo.com)

Pemerintah akan mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai International Hub Sea Port (IHP). Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan menyeluruh yang harus dilaksanakan dengan cepat.

Kebijakan tersebut setidaknya meliputi pengembangan pelabuhan dan infrastruktur pendukungnya, industri, pengembangan ekspor impor komoditas, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) logistik.

Menko Perekonomian Darmin Nasution pun meminta pengembangan pelabuhan IHP dan infrastruktur di Bitung perlu dipercepat agar segera menjadi simpul konektivitas perdagangan wilayah Indonesia Timur.

“Ke depan perlu dibuat pusat logistik berikat. Di sana bisa dibuat standar dan gradingnya untuk produk-produk yang akan diekspor. Tidak cukup hanya mengembangkan pelabuhan, tapi juga harus diikuti industri dan lain-lain,” ujar Darmin Nasution saat Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Sistem Logistik Nasional, di Manado, Sulawesi Utara, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Melalui Peraturan Presiden Nomor 26/2012, pemerintah telah menetapkan Bitung sebagai International Hub Sea Port untuk kepentingan perniagaan Indonesia Bagian Timur, Ocean Going, dan Transhipment yang melintasi wilayah Samudera Pasifik.

“Saat ini diperkirakan 40 persen kegiatan perniagaan dunia melewati wilayah perairan laut dan udara Indonesia. Namun manfaat ekonomi yang bisa diambil masih terlampau kecil. Angkutan, asuransi, transit dan transhipment, nilai tambah industri olahan, bahkan transportasi ekspor impor masih tergantung Singapura dan negara lainnya,” jelasnya, seperti dilansir metrotvnews.com.

Oleh karena itu, demi mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai IHP merupakan pilihan strategis yang memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Perluasan pelabuhan, juga memerlukan kepastian tempat, jaringan supply chain, termasuk pembangunan jalan tol, perwujudan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kegiatan industri.

Selain itu, kapasitas SDM logistik perlu ditingkatkan. Kebutuhan tenaga-tenaga yang kompeten di sektor logistik tidak hanya diperlukan untuk pengembangan Sislognas (Sistem Logistik Nasional), tetapi juga dalam menghadapi liberalisasi tenaga kerja dalam rangka MEA.

Berdasarkan Perpres Nomor 26/2012 tentang Cetak Biru Kebijakan Pembangunan Sistem Logistik Nasional, Bitung merupakan salah satu dari dua simpul laut internasional, di mana pelabuhan lainnya adalah Kuala Tanjung.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here