Pelabuhan Bongkar Muat Sungai Daik Akan Diperbaiki

0
434
Kondisi pelabuhan Sungai Daik
Kondisi pelabuhan Sungai Daik (batampos.co.id)

Batam – (suaracargo.com)

Kondisi pelabuhan bongkar muat Sungai Daik, Pasar Kampung Cina semakin memperihatinkan. Tiang penyangga pelabuhan rapuh dan banyak patah. Jika lamban dibenahi, dikhawatirkan pelabuhan bongkar muat tersebut akan ambruk.
Pantauan di lapangan, pelabuhan bongkar muat tersebut merupakan pelabuhan pintu masuk barang-barang kebutuhan masyarakat Daik. Baik yang datang dari Jambi maupun Tanjungpinang. Sejak lama, pelabuhan bongkar muat tersebut, belum pernah diperbaiki. Kondisi tiang penyangga yang dicor semen hanya tinggal besi. Sedangkan sejumlah tiang lainnya sudah terlihat banyak yang patah. Namun begitu, aktifitas bongkar muat tetap berlangsung.

Sebagian besar, pelabuhan bongkar muat Sungai Daik ini, menjadi lokasi masuknya puluhan ton sembako dan alat kebutuhan rumah tangga lainnya. Banyaknya aktifitas yang berlangsung di pelabuhan tersebut, terutama keluar masuk barang yang dikerjakan para buruh pelabuhan, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para buruh.

Riduan, salah seorang warga Daik Lingga mengatakan, kondisi pelabuhan semakin mengkhawatirkan. Terutama bagi keselamatan para buruh yang bekerja. “Kita sangat prihatin. Bagaimana kalau suatu saat pelabuhan tersebut roboh, saat para buruh sedang bongkar muat di sana,” tutur Riduan, seperti dilansir batampos.co.id

Dia menuturkan, hal ini harus segera ditanggapi pemerintah, agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Kita tidak mau para buruh yang bekerja dipelabuhan menjadi korban, akibat ketidaksigapan pemerintah,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk Pasar Daik Lingga sebenarnya ada beberapa pelabuhan yang bisa digunakan untuk aktifitas bongkar muat. Namun jaraknya yang sedikit jauh dengan toko di Pasar Kampung Cina, membuat pengusaha lebih memilih pelabuhan yang dekat.

“Sebenarnya tidak terlalu jauhlah, pelabuhan yang masih bagus hanya berada di seberang sungai, di Kampung Melukap. Jadi pelabuhan itu bisa digunakan, dari pada nanti terjadi yang tidak diinginkan,” katanya.

Dia juga meminta agar pemerintah segera mengarahkan kapal-kapal yang dari Jambi maupun Tanjungpinang, agar tidak melaksanakan bongkar muat di pelabuhan pasar Daik tersebut.

“Kita bukan meminta pelabuhan tersebut dibangun, namun kita meminta agar kapal yang masuk diarahkan ke pelabuhan yang kondisinya masih bagus, demi kenyamanan para buruh dan nyawa buruh itu sendiri,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Selamat menuturkan, mereka sudah mendapat informasi tersebut. Beberapa waktu lalu, dikatakan Selamat, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi.

” Kita sudah dapat informasi itu, kita juga sudah turun ke lokasi,” katanya.

Melihat kondisi di lapangan yang sudah sangat mengkhawatirkan, dikatakan Selamat, Dishub juga telah membuat larangan agar pelabuhan Daik tidak lagi di gunakan untuk aktifitas bongkar muat. Kapal-kapal yang masuk dan bersandar untuk bongkar muat, diarahkan ke pelabuhan Melukap yang letaknya di seberang sungai.

“Kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi. Kita juga sudah meminta bantuan kepada pengusaha swasta yang memiliki pelabuhan pribadi, di pasar Daik untuk digunakan sementara, oleh kapal-kapal Jambi maupun Tanjungpinang, untuk melakukan bongkar muat,” jelasnya.

Sementara untuk pelabuhan Sungai Daik sendiri, dikatakan Selamat, kedepan akan dibangun kembali dengan pemasangan tiang menggunakan feeling.” Saat ini tiang pelabuhan Pasar Daik menggunakan cor beton, nanti kita akan bangun menggunakan feeling,” katanya.

Dia mengatakan, untuk tahun 2016, pembangunan Pasar Daik sedang direncanakan.” Mudah-mudah tahun 2016 bisa terealisasi,” tutup Selamat.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here