Pelabuhan Boom Baru Semakin Dangkal, Pelindo II Harapkan Tanjung Carat

0
80
BERSANDAR - Seorang ABK sedang mengecek kapal ketika bersandar di tepi sungai Musi Kawasan Boom Baru Palembang, Rabu (15/11/2017). Tepi sungai musi kawasan 3 Ilir menjadi tempat bersandar kapal nelayan sehabis mencari ikan (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pelabuhan Boom Baru Semakin Dangkal, Pelindo II Harapkan Tanjung Carat, http://sumsel.tribunnews.com/2018/03/29/pelabuhan-boom-baru-dangkal-semakin-dangkal-pelindo-ii-harapkan-tanjung-carat. Editor: Kharisma Tri Saputra

Palembang – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II hanya bisa mengoptimalkan pelabuhan Boom Baru yang berada di perairan Sungai Musi meski terus terjadi pendangakalan setiap tahun. Hal ini dilakukan karena rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api yang sudah lama mencuat hingga kini belum terealisasi.

Padahal wacana pembangunan pelabuhan sudah mengemuka sejak tiga tahun lalu. Saat ini kedalaman pelabuhan Boom Baru hanya sekitar 6 meter (M) ?tidak akan bisa menampung kapal dengan kapasitas yang lebih besar.

Jika hal ini terus berlangsung lama maka akan menggangu perekonomian masyarakat karena terkendalanya proses ekspor impor.

“Pelindo II siap menjadi operator Pelabuhan Tanjung Carat jika sudah dibangun nanti,” kata General Manager PT Pelindo II Cabang Palembang, Agus Edi Santoso? di sela kunjungan kerja DPR RI Pansus angket Pelindo, Rabu (28/3).

Hanya saja kapan pelabuhan Tanjung Carat bakal dibangun dan diolerasikan, Agus tidak bisa memastikan kapan. Sebab saat ini Pemerintah Provinsi Sumsel tengah melakukan studi kelayakan untuk menentukan tahapannya apa saja, kapan waktu pembangunannya, siapa-siapa yang terlibat, investor siapa, banyak, dan hal itu perlu ada koordinasi lagi.

Jika pelabuhan Tanjung Carat sudah beroperasi maka operasional kapal besar akan lebih intens sehingga bisa menekan biaya pengiriman dan juga akan berdampak pada efisiensi ongkos. Diharapkan juga bakal berimbas pada turunnya harga kebutuhan masyarakat karena dengan armada kapal lebih besar dan muatan lebih banyak maka biayanya akan lebih murah.

Ditambahkan oleh Agus di jabatan baru ini, fokusnya ada dua, yakni pengoptimalan kawasan Boom Baru dan Sungai Lais, serta jangka panjang pembangunan Tanjung Carat ini. Karena bagaimanapun juga pelabuhan Boom Baru ini tidak bisa diperbesar lagi sehingga butuh pelabuhan baru yang lebih besar.

Sementara menunggu realisasi pelabuhan Tanjung Carat pelabuhn Boom Baru dikeruk setiap tahun untuk mempertahankan kedalamannya agar kapal bisa bersandar di dermaga. Selain itu halaman parkir pelabuhan juga sudah diperluas sehingga bisa menampung lebih banyak barang yang akan dikirim atau diturunkan dari kapal.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here