Pelabuhan Bungkutoko Percepat Pembangunan Kendari

0
365

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa pelabuhan menjadi salah satu infrastrukur yang mampu mempercepat pembangunan dan pertumbuhan sebuah daerah. Fakta seperti inilah yang menjadi salah satu alasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membangun Pelabuhan Bungkutoko di Kendari, Sulawesi Tenggara. Apalagi saat ini, program pemerintah dibawah Presiden Jokowi – JK lebih berorientasi kepada pembangunan yang berbasis kemaritiman. Bahkan salah satu program kerja pemerintah yang diamanatkan di dalam Nawa Cita adalah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang diantaranya adalah melalui program tol laut atau sea connectivity.

Pelabuhan Bungkutoko, yang rencananya menjadi salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini, diyakini akan memiliki dampak pertumbuhan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat Kota Kendari. Pelabuhan ini dibangun sejak tahun 2009 dengan biaya APBN sebesar Rp 204, 2 milliar,-.

Alasan lain yang melatarbelakangi pembangunan Pelabuhan Bungkutoko adalah Keputusan Presiden No 168 Tahun 1998 tentang Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Buton, Kolaka dan Kendari. Selain itu, tingkat pertumbuhan pelabuhan laut Kendari pada tahun 2008, cukup tinggi ditandai sebagai berikut: Berth Occupancy Ratio (BOR) 79%; Pertumbuhan kontainerisasi mencapai 7,79% pertahun; Pertumbuhan arus barang 10,2% pertahun; Perumbuhan arus petikemas 7% pertahun.

Namun, kodisi eksisting fasilitas pelabuhan laut Kendari sangat terbatas, sehingga diperlukan adanya pengembangan pelabuhan. Pelabuhan Laut Bungkutoko merupakan pengembangan dari Pelabuhan Nusantara Kendari yang sulit dikembangkan karena faktor alam. Ke depan, Pelabuhan Bungkutoko layak untuk dikembangkan sebagai pelabuhan kontainer mengingat laut Bungklutoko yang cukup dalam dan dapat didarati oleh kapal-kapal berukuran besar. Selain itu, dengan adanya pembangunan di kawasan Bungkutoko ini akan menjadi lokomotif pembangunan kota kendari yang saat ini terus berbenah untuk mensejajarkan diri dengan kota-kota lain di Indonesia

Secara Geografis, Kota Kendari berada di antara 3º54’30” – 4º3’11” LS dan 122º23’ – 122º39’ BT. Luas Wilayah terdiri dari 10 Kecamatan dan 64 Kelurahan, yaitu Kecamatan Abeli, Baruga, Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Poasia, Kadia, Wua-wua, Kambu dan Puwatu, dengan batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Konawe; Sebelah Selatan merupakan Laut Kendari; Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan; dan Sebelah Timur adalah Kabupaten Konawe. Wilayah daratan Kota Kendari sebagian besar berupa daratan yang mengelilingi Teluk Kendari. Bungkutoko adalah satu-satunya pulau yang dimiliki oleh Kota Kendari, meskipun saat ini sebuah jembatan telah menjadi penghubung pulau itu dengan daratan Kendari.

Lokasi Pelabuhan Bungkutoko sendiri berada persis di mulut Teluk Kendari yang menjadi tempat pertemuan arus keluar masuk air laut dari Teluk Kendari serta dari Laut Banda. Letak geografis ini membuat daerah tersebut kaya dengan plankton yang disenangi berbagai jenis ikan laut dalam maupun ikan pesisir.

Pemandangan dari pelabuhan ini pun cukup mempesona. Bila cuaca cerah dapat dilihat Pulau Wawonii di ujung tanjung sebelah timur. Sebuah pulau yang terhampar di laut Banda yang belum lama menjadi daerah otonomi baru (DOB) di provinsi Sulawesi Tenggara dengan nama Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Sedangkan di sebelah utara terdapat ada tiga pulau kecil yaitu Pulau Bokori, Pulau Saponda, dan Pulau Hari yang ketika laut bergelombang pulaunya seolah timbul tenggelam dalam pandangan. Ketiga pulau tersebut awal tahun 2015 ini dicanangkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara untuk dikembangkan sebagai destinasi andalan wisata bahari.
Pelabuhan Laut Bungkutoko memiliki luas area daratan 353,5 x 200 meter per segi, lapangan penumpukan 18.236 per segi, gudang 60 x 20 meter per segi, dan kantor seluas 15,5 x 25 meter per segi. Sedangkan sisi lautnya memiliki dermaga seluas 200 x 20 meter per segi, kedalaman -8 Mlws, Trestle 206 x 8 meter per segi, dan Causeway 150 x 8 meter per segi. Dengan fasilitas seperti itu, Pelabuhan Bungkutoko bisa disandari oleh kapal-kapal berbobot 6.000 DWT. Pengembangan ke depan, Pelabuhan Bungkutoko yang pengelolaannya akan diserahkan oleh Kementerian Perhubungan kepada pemerintah Kota kendari itu tidak hanya sebagai pelabuhan kontainer, melainkan dijadikan sebagai pelabuhan multipurpose. (Humas Ditjen Hubla/beritasatu.com)

Dok. Ditjen Hubla Kemenhub

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here