Pelabuhan Bungkutoko Sudah Bisa Dipergunakan Untuk Bongkar Muat Barang

0
197
kota Kendari dilihat dari udara (id.wikipedia.org)

Kendari – (suaracargo.com)

Fungsi dermaga di Pelabuhan Nusantara Kendari kini sudah bisa dikurangi. Setelah lima bulan pasca diresmikan, fasilitas Dermaga Bungkutoko kini sudah bisa difungsikan. Hanya saja, pengoperasian dermaga senilai Rp 204 miliar ini tidak serta merta mengharuskan seluruh aktivitas di dermaga Nusantara dipindahkan. Pengoperasian tersebut lebih sebagai upaya awal relokasi fungsi dermaga Bungkutoko.

posko-garut

“Ya, fungsi pelabuhan Kendari di Bungkutoko sudah bisa dipergunakan. Kan, pemerintah pusat telah memberi persetujuan. Kalau ada kapal yang mau berlabuh di sana sudah diperbolehkan. Pihak operatornya dalam hal ini PT Pelindo, bisa memberi pelayanan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sultra, Dr. Hado Hasina usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Sultra, Selasa (27/9).

Pengoperasian dermaga Bungkutoko lanjut mantan plt Sekretaris Kabupaten Buton Utara ini, akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, fasilitas yang dimilikinya masih terbatas. Apalagi untuk melayani armada angkutan (penumpang). Hingga kini, terminal penumpang belum dibangun. Selain itu, jalur angkutan yang melayani pelabuhan Bungkutoko belum tersedia. Namun untuk kegiatan bongkar muat, sudah bisa difungsikan. Dermaga dan lapangan penumpukan kontainer cukup memadai.

“Untuk saat ini, fasilitas bongkar muat sudah ready. Jika ada perusahaan yang ingin memindahkan lokasi bongkar muat, silahkan. Paling tidak, hal ini bisa mengurangi aktivitas di pelabuhan Nusantara yang cukup padat,” sambung mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Butur ini, seperti dilansir kendaripos.co.id.

Pengalihan fungsi pelabuhan Nusantara ke Bungkutoko, katanya, menjadi perhatian pemerintah. Ditambah lagi dengan adanya arus kapal keluar-masuk dan berlabuh di pelabuhan Nusantara Kendari yang terus mengalami peningkatan. Makanya, keberadaan pelabuhan Nusantara sudah tidak representatif lagi. Terlebih dengan adanya pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Aktivitas pengerjaan konstruksi dan pemasangan tiang pancang, secara otomatis akan membatasi ruang gerak kapal yang hendak melintas atau berlabuh.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY