Pelabuhan Cirebon Dinilai Tidak Mampu Gantikan Cilamaya

0
352
ilustrasi pelabuhan (republika.co.id)
ilustrasi pelabuhan (republika.co.id)

Bandung – (suaracargo.com)

Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, yang proyek pembangunannya dibatalkan Wapres Jusuf Kalla, dinilai tidak akan mampu digantikan oleh pelabuhan manapun, termasuk Pelabuhan Cirebon yang tengah dalam pembenahan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Fery Sofwan mengatakan, Pelabuhan Cirebon hanya menjadi salah satu alternatif sementara upaya mengganti tujuan pembangunan Pelabuhan Cilamaya yang batal. Dia beralasan, Pelabuhan Cirebon saat ini akan sangat sulit jika dibentuk seperti konsep pelabuhan di Cilamaya. “Memang Pelabuhan Cirebon sedang dibenahi, tapi tidak bisa jadi pengganti Pelabuhan Cilamaya karena konsepnya berbeda,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (9/4/2015).

Fery menuturkan Pelabuhan Cirebon akan memanfaatkan kondisi Tanjung Priok yang masih sangat tinggi aktivitasnya. “Kita akan memanfaatkan jalan tol yang sedang dibangun, yaitu Cikapali. Ini akan mempercepat ke Cirebon.” Oleh karena itu, agar aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Cirebon dapat berjalan maka harus segera sosialisasi kepada pengusaha. “Pembenahan Pelabuhan Cirebon sebagai sarana perdagangan akan menguntungkan karena banyak industri di sekitar Cirebon,” katanya.

Pelabuhan Cadangan

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Dedy Widjaja meminta pemerintah segera mengoptimalkan pelabuhan cadangan seperti di Cirebon sebagai penopang aktivitas ekspor-impor karena Pelabuhan Tanjung Priok sudah overload. “Sekarang juga pembangunan Pelabuhan Cilamaya terlihat mandeg karena lokasi pembangunan bersinggungan dengan penambangan migas dan harus dimentahkan kembali pembangunannya ke arah timur,” katanya.

Dedy menjelaskan, rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di lokasi migas itu di luar dugaan, karena sebelumnya pengkajian sudah dilakukan secara optimal dan pembangunan pelabuhan tinggal direalisasikan. Oleh karena itu, lebih baik sembari menunggu pengalihan lokasi Pelabuhan Cilamaya ke wilayah timur seperti Subang dan Indramayu, tidak ada salhnya pemerintah mengoptimalkan Pelabuhan Cirebon. “Kami kira Pelabuhan Cirebon bisa dulu dimanfaatkan sebelum lokasi pergeseran Pelabuhan Cilamaya sudah ditetapkan dan dibangun,” katanya.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Pelabuhan Cirebon menargetkan memulai pembangunan dermaga tahap pertama pada kuartal IV tahun ini dari total rencana pengambangan yang ditarget rampung 2017. Manajaer Operasional Pelindo II Cabang Pelabuhan Cirebon Yossianis Marciano mengatakan proses konstruksi tengah disiapkan. Dia menuturkan rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon merupakan ekspektasi dunia usaha dan pemerintah di Jawa Barat yang ingin memaksimalkan pelabuhan tertua di Indonesia itu menjadi pelabuhan internasional. “Triwulan IV/2015 kami targetkan sudah mulai ground breaking pembangunan dermaga tahap awal,” katanya.

Yossi mengungkapkan kebutuhan dana investasi untuk pengembangan kawasan pelabuhan (Cirebon) tahap awal sebesar Rp1,6 triliun. “Ada beberapa tahapan pengembangan, untuk tahap awal rencananya memperdalam alur dan kolam dermaga,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here