Pelabuhan Cirebon Distrelisasi

0
371
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon, Rabu (3/12/2014). Terhitung mulai hari ini, Pelabuhan Cirebon disterilisasi dari orang yang tak berkepentingan, kendaraan, dan barang tanpa dokumen resmi.  (tribunnews.com)
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon, Rabu (3/12/2014). Terhitung mulai hari ini, Pelabuhan Cirebon disterilisasi dari orang yang tak berkepentingan, kendaraan, dan barang tanpa dokumen resmi. (tribunnews.com)

Cirebon –  (suaracargo.com)

Pemberlakuan ISPS-Code di Pelabuhan Cirebon benar-benar bikin pelabuhan steril, Rabu (3/12/2014). Tidak ada orang yang tak berkepentingan bisa masuk atau berkeliaran di area pelabuhan, terutama yang masuk lini 1. Demikian pula dengan kendaraan dan barang tanpa dokumen, semua diperiksa ketat petugas.

Aktivitas di pelabuhan pun tampak tertib. Grandong (sebutan untuk pengais sisa batu bara) juga tidak terlihat beraktivitas. Padahal, biasanya beberapa orang grandong kerap beraktivitas untuk mengais sisa atau ceceran batu bara dari kapal tongkang yang bongkar-muat di pelabuhan.

“Mulai hari ini kita berlakukan sterilisasi di pelabuhan. Semua harus benar-benar steril karena pelabuhan termasuk objek vital. Begitu memang standarnya,” kata Humas PT Pelindo II Cabang Cirebon, Yossianus Marciano, Rabu (3/12/2014), seperti dilansir tribunnews.com.

Pada hari pertama pemberlakuan sterilisasi, PT Pelindo II Cabang Cirebon dan KSOP Cirebon menggandeng sejumlah personel kepolisian dan TNI AD dan AL untuk sama-sama menjaga keamanan pelabuhan. Mereka ditempatkan di pintu masuk dan di titik-titik yang dianggap rawan.

Sementara itu, para petugas keamanan pelabuhan menyisir semua area pelabuhan. Petugas juga mendata satu per satu orang yang ada di dalam pelabuhan untuk memastikan bahwa yang ada di pelabuhan hanya orang yang punya kepentingan saja.

Pria yang akrab disapa Yossi itu mengatakan, di Pelabuhan Cirebon ada sekitar 350 grandong. Mereka biasa beraktivitas secara giliran, di mana setiap orang hanya kebagian mengais sisa batu bara dua kali dalam sebulan.

“Mereka terbagi ke dalam tujuh kelompok. Beberapa hari lalu kami kumpulkan warga (termasuk yang menjadi grandong) terkait sterilisasi pelabuhan,” kata Yossi.

Yossi berharap sterilisasi di pelabuhan berjalan dengan baik dan warga bisa menerima aturan tersebut, sehingga tidak terjadi gesekan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here