Pelabuhan di NTB Akan Disiapkan Dukung Jalur Distribusi Logistik

0
574
Suasana salah satu dermaga feri Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik pada tahun 2013. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Gilimanuk )

Mataram – (suaracargo.com)

Pelabuhan di Nusa Tenggara Barat akan disiapkan untuk mendukung jalur distribusi laut dari Surabaya menuju Lombok. Kepala Dinas Perhubungan NTB Bayu Windya mengatakan bahwa saat ini kondisi pelabuhan di NTB, terutama Pelabuhan Lembar masih memadai untuk jalur tersebut.

“Pelabuhan kita kan ada yang panjangnya 12 meter dan kedalamannya sampai 6,5 meter. Akan disesuaikan dengan itu,” ujar Bayu kepada Bisnis.com, Kamis (10/11/2016).

Perubahan jalur distribusi Jawa-NTB menuju NTT yang sebelumnya melalui Bali akan dipotong langsung dengan adanya jalur Surabaya-Lombok. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kelebihan beban pada jalan yang ada di Pulau Bali.

Sebelumnya, wacana pelarangan truk tujuan NTB melintas jalur Gilimanuk-Denpasar sempat terlontar dari Dinas Perhubungan Bali pada tahun lalu. Mereka menyarankan agar truk ke Lombok, Mataram dari Surabaya melalui jalur utara dengan alasan mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kerusakan di jalur Gilimanuk-Denpasar.

Jalur penghubung Gilimanuk-Denpasar yang juga digunakan menuju Padangbai selama ini rawan kecelakaan karena medianya sempit dan berkelok-kelok. Alhasil, ketika ada satu truk mengalami kecelakaan, kendaraan yang naas itu akan menyebabkan kemacetan panjang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sempat menyatakan bahwa rencana tersebut dilakukan untuk memangkas jalur distribusi barang ke Lombok, yang selama ini melewati jalur Surabaya-Bali-Lombok.

Rencana tersebut dimaksudkan untuk efektivitas distribusi barang secara direct serta mengurangi kepadatan lalu lintas yang terjadi akibat truk-truk bermuatan barang yang masuk ke pulau Dewata selama ini.

Dengan trayek Surabaya-Lombok ini, kata Budi, pelabuhan-pelabuhan di Bali bisa digunakan sepenuhnya sebagai penyeberangan yang bersifat pariwisata, dengan mengurangi kuota angkutan barang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here