Pelabuhan di Tuntung Belum Difungsikan Dengan Optimal

0
394
suasana Pelabuhan Amurang (Andrew Pattymahu / manado.tribunnews.com)

Boroko – (suaracargo.com)

Kendati sudah menghabiskan anggaran pembangunan miliaran rupiah, namun keberadaan Pelabuhan Laut Tanjung Sidupa di Desa Tuntung, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dirasakan belum berfungsi optimal hingga Tahun 2016 ini.

Pelabuhan terlihat masih terbengkalai, dan hanya dijadikan lokasi memancing hingga tempat menjemur padi oleh masyarakat. “Pelabuhan di Desa Tuntung belum memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat di Bolaang Mongondow Utara khususnya Pinogaluman. Keberadaannya masih mubazir, karena tidak jelas fungsinya untuk apa,” kata Naharya, Camat Pinogaluman saat menyampaikan laporan pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), Senin (8/3) lalu.

Di Pelabuhan tersebut, fasilitas pendukung sebenarnya sudah tersedia. Fasilitas yang ada misalnya pintu gerbang untuk masuk dilengkapi gapura serta pagar keliling sebagai pembatas area pelabuhan dengan pemukiman. Ada pula lahan parkir, ruang tunggu penumpang, gudang, toilet, bak penampung air, hingga menara navigasi untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan.

‘Pembangunan pelabuhan ini saya lihat sebenarnya sudah rampung, tapi tidak tahu sampai pembangunan tahap berapa lagi baru akan difungsikan dengan optimal, apakah sebagai pelabuhan barang, penumpang atau lainnya,” sesal Ucok Situmorang, warga Desa Tuntung kepada Tribun Manado.

Saat dijumpai, Ucok bersama warga lainnya Lahai Ankiho sedang duduk santai di pelataran ruang tunggu penumpang. Ia mengakui hanya beberapa kali saja kapal penumpang sandar, seperti KMP Julung-julung dan Moinit, tapi tidak menaikkan dan menurunkan penumpang secara rutin. ‘

‘Saya berharap kepada pemerintah agar pelabuhan ini segera difungsikan, sehingga dapat merangsang ekonomi masyarakat di daerah lebih bergeliat,” tegasnya, seperti dilansir tribunnews.com.

Suriansyah Korompot, Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mengaku pemerintah daerah sangat prihatin dengan belum berfungsinya pelabuhan tersebut secara optimal.

”Pemanfaatan dari pelabuhan ini ketika dibangun memang belum jelas, apakah akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang atau barang. Jika untuk penumpang, mungkin tidak menjanjikan sebab masyarakat lebih banyak menggunakan jalur darat, jika untuk angkutan barang, mungkin akan kalah bersaing juga dengan pelabuhan di Kwandang karena jaraknya terlalu dekat,” katanya.

Pemerintah daerah pun, menurut Korompot, berencana untuk menghadirkan investor guna membangun pabrik di lokasi sekitar pelabuhan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Jika dibangun pabrik disana, mungkin pelabuhan di Tuntung bisa digunakan untuk mengangkut barang-barang dari pabrik, sehingga masyarakat juga bisa terlibat disana dan merasakan manfaatnya secara langsung dalam upaya peningkatan ekonomi daerah,” tukasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY