Pelabuhan Impor Berbasis Sistem Pendingin Akan Ditambah

0
170
Meski Lebaran, Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam Foto: agung pambudhy (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah menambah pelabuhan tujuan impor barang berbasis sistem pendingin melalui peraturan teranyarnya.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40/M-DAG/PER/5/2016 Tentang Perubahan Atas Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Barang Berbasis Pendingin yang dikutip Rabu (29/6/2016), pemerintah memutuskan menambahkan Pelabuhan Bitung sebagai salah satu pelabuhan tujuan.

Dengan demikian, ada delapan pelabuhan laut yang bisa menjadi tujuan impor barang berbasis pendingin. Semula, hanya terdapat tujuh pelabuhan laut yakni Belawan-Medan, Tanjung Priok-Jakarta, Merak-Cilegon, Tanjung Emas-Semarang, Tanjung Perak-Surabaya, Soekarno Hatta-Makassar, dan Batu Ampar-Batam.

Promo CSMCARGO Ramadhan
Sementara untuk pelabuhan darat dan pelabuhan udara tidak ada perubahan. Pelabuhan darat yang dapat dijadikan tujuan impor adalah Cikarang dry port di Bekasi sedangkan seluruh pelabuhan udara internasional di dalam negeri bisa dijadikan sebagai tujuan impor. Demikian informasi yang dilansir dari situs bisnis.com.

Dalam beleid yang ditandatangi 30 Mei 2016 tersebut, peraturan ini akan mulai berlaku 60 hari sejak tanggal diundangkan. Hal itu berarti Pelabuhan Bitung bisa dijadikan tujuan impor per akhir Juli.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY