Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta Alternatif Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kutim

0
736
Salah satu pelabuhan di Sangatta, pelabuhan masyarakat di Pantai Kenyamukan (Tribun Kaltim / Margaret Sarita)

Sangatta – (suaracargo.com)

Pelabuhan Kenyamukan Sangatta kini jadi alternatif jangka panjang bagi Pemkab untuk meminimalisir potensi krisis keuangan, di masa mendatang. Sebab, jika pelabuhan itu beroperasi, Pemkab Kutim memproyeksikan pihaknya bisa mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 40 miliar per tahunnya.

Selain itu, beroperasinya pelabuhan meminimalisir ketergantungan Pemkab pada dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Seperti yang terjadi saat ini, APBD Kutim terancam defisit Rp 1,4 triliun akibat adanya pemangkasan dana bagi hasil dari pusat.

Wakil Bupati Kasmidi Bulang meminta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kutim, segera menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Sangatta. Begitu juga dengan masalah perizinannya supaya dapat dioperasikan di 2017 mendatang.

banner-csm-atas

“Saya minta, suapaya Dishubkominfo secepatnya menyelesaikan semua tahapan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta. Kita ingin, tahun 2017 mendatang, pelabuhan tersebut sudah harus bisa dioperasikan. Agar kita bisa mendapatkan tambahan PAD dari situ,” kata Kasmidi, Senin (7/8).

Sementara itu, Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim mengakui, bahwa setiap tahunnya, Kutim kehilangan potensi PAD antara Rp 30-Rp 40 miliar, lantaran tidak memiliki pelabuhan. PAD itu berasal dari aktifitas bongkar muat batubara PT KPC dan sejumlah perusahaan lainnya di Kutim.

“Baru kita bisa memungut retribusi dari PT KPC, syaratnya Pemkab Kutim harus memiliki pelabuhan sendiri. Dan setiap tahunnya, kita memang kecolongan retribusi miliaran rupiah. Dana itu diambil langsung oleh Syahbandar, atau pemerintah pusat,” katanya, seperti dilansir korankaltim.com.

Kendati demikian, sebelum akhir tahun 2017 mendatang, Dishubkominfo meyakinkan bahwa Pelabuhan Sangatta sudah bisa dioperasikan. “Kendala kita sekarang cuman persoalan perizinan saja lagi. Dan sekarang masih kita urus,” ucapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here