Pelabuhan Kuala Tanjung Rampung Tahun Ini

0
339
ilustrasi Pelabuhan (medan.tribunnews.com)

Medan – (suaracargo.com)

Pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung tahap I terminal multi purpose akan selesai pada 2017. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Tengku Erry Nuradi menyebutkan bahwa Kuala Tanjung akan tetap menjadi hub internasional. Ia mengatakan, dengan terbangunnya terminal multipurose tahap I di 2017 ini, pelabuhan ini nantinya akan memiliki kapasitas sebesar 500.000 TEus. Ia menyebut dengan kapasitas ini bisa menjadi hub internasional.

“Kuala tanjung itu pembangunannya bertahap. 2017 selesai tahap satu multipurpose bisa dilaksanakan jadi hub internasional. Ya pokoknya apa kondisi yang sudah ada itu dulu yang dilakukan,” kata Tengku Erry, di kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (10/2/2017).

Tahap I pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14 – 17 mLWS.

Ia mengatakan, Kuala Tanjung akan dikembangkan menjadi empat tahap dengan potensi kapasitas mencapai 20 juta TEUs secara bertahap hingga 2023. Jumlah tersebut lebih besar daripada Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini kapasitasnya baru sekitar 8 juta TEUs.

“Jadi yang kondisinya hari ini cuma 500.000 TEUs dari potensinya 20 juta TEUs. Kalau Tanjung Priok itu hanya 8 juta TEUs, nanti Kuala Tanjung akan dijadikan kawasan industri ASEAN itu,” ujar Tengku Erry, seperti dilansir detik.com.

Ia mengatakan, pada rapat di Kemenko Maritim beberapa waktu kalu diputuskan Priok menjadi hub sementara hingga pembangunan Kuala Tanjung selesai. Menurutnya penetapan Kuala Tanjung sebagai hub internasional telah sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.32 Tahun 2011 Tentang MP3EI Tahun 2011–2015.

Perpres tersebut menurutnya lebih tinggi daripada Keputusan Menteri Perhubungan No.901/2016 Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang menyatakan Priok sebagai hub internasional.

“Perpres itu lebih tinggi daripada SK Menhub sehingga tidak bisa dibatalkan. Maksudnya itu sementara karena belum selesai pembangunanya maka dialihkan ke Tanjung Priok bukan dihapuskan,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here