Pelabuhan Kuala Tanjung Siap Beroperasi April 2017

0
695
Terminal Teluk Lamong (detik.com)

Medan – (suaracargo.com)

Program Tol Laut, satu di antara program unggulan pemerintahan Joko Widodo kini telah berjalan. Pelindo I, sebagai pengelola pelabuhan, khususnya di Sumatera Utara, fokus membangun Pelabuhan Kualatanjung, Kabupaten Batubara, cikal bakal pelabuhan hub internasional wilayah barat Indonesia.

Sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015 lalu, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei ini, dibagi dalam empat tahap pembangunan.

header-baru-suaracargo

Direktur Utama PT Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, pembangunan KualaTanjung dengan konsep industrial gate report masih dalam pembangunan tahap pertama. Yakni, pembangunan terminal multipurpose.

“Sampai dengan minggu lalu, pengembangan terminal multipurpose sudah mencapai 60 persen. Dari sisi presentase, pekerjaan dan evaluasi yang kami lakukan masih sesuai on the track dalam jadwal. Target beroperasi pada April 2017 mendatang,” ujarnya, belum lama ini.

Bambang Eka Cahyana menjelaskan, jika sudah beroperasi, Pelabuhan Kualatanjung bisa melayani curah cair sampai 3 juta ton. Kemudian, curah kering bisa dilayani sampai 1,5 juta ton per tahun. Sedangkan untuk peti kemas, sekitar 450 hingga 500 ribu Teus per tahun.

Menurutnya, hingga saat ini, beberapa calon pengguna sudah datang ke Pelindo I. Mereka menyatakan niatnya untuk menggunakan Pelabuhan Kualatanjung.

Tahap kedua, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung difokuskan untuk lahan industri. Pembangunan konstruksi fisik akan dimulai pada kuartal II tahun 2017.

“Saat ini kita sedang menyelesaikan Amdalnya, dengan standar international. Kami tunjuk perusahaan dari Eropa untuk menyiapkan Amdalnya,” ungkapnya, seperti dilansir Tribun Medan.

Selain itu, saat ini Pelindo I sedang menyiapkan detail enginering desain lahan industri, yang bekerja sama dengan perusahaan Belanda.

“Kalau model bisnisnya, sudah selesai,” terangnya.

Terkait dengan kendala pembangunan Pelabuhan Kualatanjung, sejauh ini sudah dapat terselesaikan.
“Selama ini kendala aspek perizinan. Tapi sekarang tidak lagi. Karena, dengan keluarnya Perpres itu, perizinan bisa dipermudah,” tuturnya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa mempercepat pembangunan jalur kereta api dan jalan tol. Supaya, pembangunan Kualatanjung bisa berjalan dengan baik. Pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menetapkan 30 proyek infrastruktur senilai Rp 851 triliun sebagai proyek prioritas periode 2016-2019. Ke-30 proyek tersebut mendapat fasilitas jaminan politik, perizinan, dan finansial yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 3 Tahun 2016 tentang
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Untuk Pelabuhan Kualatanjung, pemerintah telah menargetkan pembangunan pelabuhan itu agar menjadi bagian dari konsep Tol Laut dan akan selesai pada 2018. Proyek tersebut dibangun melalui kerja sama PT Pelindo I dan Port of Rotterdam Belanda.

Proyek ini menelan investasi sebesar US$400 juta dan rencananya akan menjadi pintu gerbang perdagangan Indonesia wilayah Barat atau yang disebut sebagai International Hub Port.

Target 25 Juta Teus Peti Kemas

Secretary Corporate Pelindo I, M Eriansyah menyatakan, pembangunan Pelabuhan Multi Purpose Kualatanjung menargetkan, bisa menampung 25 juta Teus peti kemas per tahun. Namun, pembangunan tersebut harus melalui empat tahap.

“Sekarang ini fokus pembangunan tahap pertama, itu bisa menampung 450 hingga 500 peti kemas per tahun. Nanti sampai tahap empat, ditargetkan bisa menampung sampai 25 juta Teus pertahun,” katanya.

Saat ini, pelabuhan Belawan, yang di bawah naungan Pelindo I, sudah dapat menampung 1,2 juta Teus per tahun. Belawan pun ditargetkan bisa menampung sampai 2 juta Teus per tahun.

Untuk menjadikan Pelabuhan Kualatanjung sebagai pelabuhan utama dari sisi transportasi laut, Pelindo I juga menyiapkan pengembangam pelabuhan sub simpul. Di utara, Pelindo I akan mengembangkan Pelabuhan Malahayati, di barat Pelabuhan Sibolga, dan di Riau, mengembangkan Pelabuhan Perawang, Dumai dan Kualeno.

“Kita targetkan, ekspor dari Sumatera nanti, langsung ke Inter Asia, jadi tidak perlu lagi melalui Malaysia dan Singapura. Jadi pembangunannya semua simultan, dan network sudah dibangun mulai sekarang,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here