Pelabuhan Laut New Priok Sudah Selesai 100 Persen

0
484
Pelabuhan New Priok (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kerap dikritik karena molor dari target, ternyata pengembangan fisik pelabuhan di atas laut bernama Pelabuhan Kalibaru, atau New Priok Container Terminal 1 di Jakarta Utara sudah rampung 100%.

New Priok Container Terminal (NPCT) 1 ini memiliki lapangan terminal seluas 32 hektar, dan telah rampung 100%, termasuk akses jalan untuk keluar masuk pelabuhan. Pelabuhan ini dikembangkan oleh PT Pelindo II (Persero) dengan nilai investasi Rp 4,2 triliun.

“Untuk NPCT 1 sudah selesai 100%. Sekarang memasuki trail operation (uji coba),” kata Customer Service Manager PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Hambar Wiyadi, kepada detikFinance, Senin (7/3/2016).

PPI sendiri merupakan anak usaha Pelindo II yang diberi tugas membangun Pelabuhan New Tanjung Priok. Dari gambar yang diterima detikFinance, terlihat Terminal 1 sudah dipenuhi alat-alat bongar muat seperti Container Crane Super Post Panamax (20 unit), Rubber Tyre Gantry Crane, Mobile Tractor (60 unit), Reach Stacker (1 unit), dan Handling Empty Container Equipment.

Jalan akses antara New Priok Terminal 1 dengan jalan utama di luar pelabuhan juga telah tersambung. Dalam 1 lajur, terdapat 3 ruas. Artinya 3 truk kontainer bisa sejajar berbarengan masuk dan keluar pelabuhan. Persoalan pasokan listrik juga sudah diselesaikan.

“Yang jalur sementara kita bisa pakai akses bawah,” jelasnya.

Di saat bersamaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mempercepat pembangunan Tol Akses Tanjung Priok yang bisa menghubungkan New Priok dan Cikampek.

Tol ini ditargetkan bisa rampung pada akhir 2016. Di lain pihak, Pelindo II juga menggandeng investor untuk membangun Tol Cilincing-Cibitung sepanjang sepanjang 34,8 Kilometer.

“Jadinya ke depan New Priok akan tersambung 2 akses tol yakni ada Tol Cikampek dan Tol Cibitung-Cilincing,” ujarnya.

Saat ini, Terminal 1 memasuki tahap uji coba bongkar muat. Pada 28 Januari 2016 lalu telah dilakukan uji coba bongkar muat 50 kontainer. Tahap berikutnya, akan dilakukan uji coba bongkar muat kedua. Untuk proses ini, akan dilakukan koordinasi dengan Karantina, Imigrasi, Bea Cukai (Customs) dan Otoritas Pelabuhan. Uji coba dilakukan karena pelabuhan baru tidak bisa langsung dioperasikan secara komersial.

“Ini sekarang terminal nggak bisa langsung melayani. Perlu ada ujicoba,” tambahnya.

Ada juga proses uji coba pengoperasian kantor di area New Priok, kemudian proses sinkronisasi IT untuk proses bongkar muat dan sertifikasi peralatan.

Rencananya, New Priok Container Terminal 1 bakal beroperasi perdana secara komersial pada awal Juli 2016. Bertindak sebagai operator adalah PT New Priok Container Terminal One (NPCT One). NPCT One merupakan perusahaan patungan atau join venture internasional antara anak usaha Pelindo II dengan Mitsui, NYK (Perusahaan Jepang), dan PSA (Perusahaan Singapura). Saat beroperasi, New Priok Terminal 1 akan beroperasi 24 jam dengan masa konsesi 25 tahun.

Terminal 1 New Priok memiliki kapasitas 1,5 juta TEUs. Pengembangan New Priok akan terus berlanjut pada Terminal 2 dan Terminal 3 yang bakal dibangun di atas lahan reklamasi, berbeda dengan New Priok Terminal 1 yang dibangun memakai konstruksi deck on piles. Skema ini mirip dengan pembangunan tol atas laut Bali yang dibangun memakai tiang pancang tanpa melakukan reklamasi atau pengurukan area pantai.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here