Pelabuhan Malahayati akan Dilengkapi Mobile Crane

0
434
Kapal pengangkut crane berjalan/Harbour Mobile Crane (HMC) yang akan dipasang di dermaga Pelabuhan Malahayati, tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (20/6). SERAMBI/HERIANTO
Kapal pengangkut crane berjalan/Harbour Mobile Crane (HMC) yang akan dipasang di dermaga Pelabuhan Malahayati, tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (20/6). SERAMBI/HERIANTO

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Tak lama lagi, Pelabuhan Malahayati, yang terletak di Krueng Raya, Aceh Besar, akan sudah dilengkapi dengan crane berjalan atau Harbour Mobile Crane (HMC). Sabtu (20/6) kemarin, kapal pengangkut crane tersebut telah tiba di pelabuhan. Alat berat ini didatangkan oleh PT Pelindo I dari Jerman, dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 42 miliar.

Menurut keterangan General Menager Cabang Pelabuhan Malahayati, Capt Al Abrar, mobile crane yang tiba tersebut bermerek TERREX, asli buatan Jerman. Alat ini memiliki kapasitas angkat aman (Safety Weight Load/SWL) sampai dengan 150 ton. Alat tersebut diangkut ke Aceh menggunakan kapal MV BBC Peru Flag dari Belanda.

“Pembongkaran akan kita lakukan setelah pihak Kantor Bea Cukai menyelesaikan pemeriksaan seluruh dokumen barang impornya,” kata Capt Al Abrar dalam siaran persnya kepada Serambi, Sabtu (20/6).

Setelah proses pembongkaran, langkah berikutnya adalah pemasangan di atas dermaga pada tempat yang telah dipersiapkan sebelumnya, yakni di sisi kanan dermaga. Waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan alat tersebut mencapai dua bulan, yang dilakukan langsung oleh teknisi dari Jerman.
“Crane ini untuk meningkatkan fasilitas peralatan bongkar muat barang impor dan ekspor, maupun barang dagangan antar pulau,” ujarnya.
Contohnya adalah pengangkutan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Dengan adanya crane berjalan, maka proses bongkar muat yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Belawan, sudah bisa dilakukan di Aceh. “Pengangkutan lewat laut lebih efesien, dan risiko kerusakan juga relatif kecil,” imbuh Capt Al Abrar.

Pihaknya menargetkan pemasangan mobile crane akan tuntas pada Agustus 2015 nanti. PT Pelindo I selaku operator selanjutnya akan mengumumkan kepada berbagai perusahaan pelayaran barang di Indonesia dan luar negeri mengenai telah tersedianya fasilitas crane tersebut.

Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan pengadaan mobile crane itu dua tahun lalu kepada Menteri Perhubungan. “Permintaan itu kita sampaikan pada saat akan berakhirnya masa tugas SBY yang kedua,” ujarnya.

Setelah pelantikan pemerintahan yang baru Jokowi-JK, dalam pertemuan belum lama ini di Istana Jakarta, DPRA kembali menyampaikan hal yang sama, mengingat Pelabuhan Malahayati masuk dalam salah satu titik pelabuhan yang dijadikan lintasan tol laut oleh pemerintah. “Kalau crane itu tidak tersedia, logikanya mana mungkin pelabuhan Malahayati bisa melaksanakan program Tol Laut. Karena itu, crane itu harus ada,” pungkas Sulaiman Abda.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here