Pelabuhan Malahayati Bisa Turunkan Biaya Logistik Dari Jakarta ke Aceh dan Persingkat Perjalanan

0
311

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I Cabang Malahayati, Banda Aceh berhasil menurunkan biaya logistik dari Jakarta ke Aceh menjadi Rp 7,5 juta dan membuat waktu perjalanan menjadi relatif lebih singkat yaitu 4 hari.

Sebagai perbandingan, biaya logistik untuk angkutan darat menggunakan truk dari Jakarta ke Aceh via Merak-Bakauheni Rp 17,5 juta dan membutuhkan waktu tempuh 4-5 hari. Sementara itu, untuk pelayaran dari Jakarta ke Belawan dan selanjutnya dari Belawan ke Banda Aceh melalui jalur darat dengan menggunakan truk memerlukan waktu 4-5 hari dengan biaya angkut diperkirakan Rp 13,5 juta.

Penurunan biaya logistik tersebut tercapai setelah adanya pelayaran dari Jakarta langsung menuju Pelabuhan Malahayati. Seperti diketahui, mulai Januari 2017, Pelindo I Cabang Malahayati sudah ditetapkan sebagai terminal petikemas oleh Kementerian Perhubungan. Untuk menunjang hal tersebut, Pelindo I Cabang Malahayati telah menyiapkan segala fasilitas dan peralatan untuk mendukung kegiatan bongkar muat di terminal petikemas tersebut.

Pelabuhan Malahayati memiliki dermaga dengan panjang 384 meter dan dapat menampung tiga kapal ukuran 100 meter dengan muatan 300 TEUs petikemas sekaligus. Fasilitas-fasilitas ini juga didukung dengan peralatan bongkar muat petikemas seperti satu unit HMC (Harbour Mobile Crane), tiga unit forklift, reach staker, serta enam unit truk pengangkut petikemas, dan lainnya.

“Pelabuhan Malahayati sudah memiliki kedalaman alur 9,5 meter dengan dermaga yang mendukung, adanya pelayaran yang terjadwal, ketersediaan alat bongkar muat, lapangan penumpukan petikemas, dan transportasi jalan yang mendukung. Dengan semua hal tersebut mampu mendukung untuk masuknya kapal-kapal kontainer ke Pelabuhan Malahayati,” terang Rudi Susanto, General Manager Pelindo I Cabang Malahayati di Banda Aceh, dalam keterangan resminya, Kamis (14/9).

Pelabuhan Malahayati merupakan bagian dari rangkaian program tol laut, di mana 24 pelabuhan telah ditetapkan untuk melaksanakan program tol laut yang menjadi program andalan pemerintah.
“Dengan dilayaninya kapal petikemas di Malahayati berarti sudah mulai ada tol laut di Aceh. Keberadaan tol laut bisa membuat ongkos distribusi logistik menjadi lebih murah. Itu artinya, pengiriman barang ke Aceh akan lebih murah dan efisien. Sehingga dengan masuknya kapal-kapal kontainer bisa meningkatkan daya saing harga barang nasional, terutama di wilayah Aceh,” timpal Ade Maydwianda, Plh. ACS Humas Pelindo I.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here