Pelabuhan Modern Atasi Dwelling Time

0
204
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5).

Jakarta – (suaracargo.com)

Proses keluar barang dari pelabuhan (dwelling time) yang lama hingga kini menjadi masalah serius bagi berbagai kalangan khususnya dunia usaha. Pasalnya, hal ini menjadi penyebab tingginya biaya logistik sehingga berpengaruh terhadap harga barang.

Dibutuhkan inovasi untuk mempercepat pelayanan di pelabuhan. Untuk mempercepat pelayanan di pelabuhan, PT Pelindo II (Persero) sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Priok mengaku telah melakukan berbagai cara untuk merealisasikan hal itu. Hal-hal tersebut di antaranya membangun infrastruktur fisik yang dipadu dengan teknologi informasi. Hasilnya dwelling time di pelabuhan ini terus menunjukkan tren menurun.

Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, perseroan memberikan pelayanan 24 jam sehari selama tujuh hari sepekan dimulai dari terminal-terminal peti kemas, curah kering dan kemudian diperluas ke terminal- terminal serbaguna. ”Sistem informasi juga telah dibangun dan tengah dikembangkan, termasuk sistem informasi operasional di terminal hingga ke gate system dan e-payment secara bertahap,” ujar dia.

Transformasi terminal-terminal juga tengah dilakukan secara bertahap, mulai pemenuhan persyaratan minimum, standarisasi proses dan metode kerja maupun sistem, hingga integrasi sistem operasional untuk terminal-terminal sesuai kesiapan. ”Adapun, peralatan bongkar muat dilengkapi untuk mempercepat proses pelayanan kapal dan barang maupun peningkatan produktivitas pelabuhan,” ungkapnya.

Salah satu contoh nyata adalah transformasi secara komprehensif terminal peti kemas (TPK) Pontianak dalam menata layout terminal, cara kerja, sistemisasi hingga ke flow pelayanannya. Model ini tengah di roll out ke unit-unit terminal peti kemas lain. Berdasarkan survei kepuasan pelanggan, perusahaan ini juga mencatat kenaikan dari tahun ke tahun. ”Saat ini dengan telah adanya direksi baru, perusahaan sedang mereviu semua proses internal dan kemudian proses-proses yang terkait pelayanan kepada pengguna jasa,” kata Elvyn.

Terpisah, Direktur Utama Pelindo III Orias P Moedak mengaku untuk menurunkan dwelling time perlu kerja sama yang baik dengan bea cukai dan instansi yang terkait perizinan. Sementara terkait peningkatan pelayanan publik, Pelindo III akan memperbaiki layanan pelabuhan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dan pelabuhan sungai di Kalimantan yang menyangkut layanan penumpang dan barang.

”Di beberapa pelabuhan masih perlu pemisahan yang tegas antara lokasi pelayanan untuk orang dan barang,” ujar Orias kepada KORAN SINDO kemarin, sebagaimana dilansir okezone.com. Menurut Orias, kecepatan bongkar muat sudah menjadi fokus utama semua pelabuhan selama ini. Namun, bagi pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara, angkutan laut bagi penumpang masih menjadi andalan. Selain itu, sesuai potensi pariwisata di wilayah Bali dan Nusa Tenggara perlu disiapkan dermaga yang cocok untuk menerima kapal pesiar dari mancanegara dan wisatawan domestik.

Sementara itu, untuk meningkatkan kenyamanan penumpang kapal laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero) terus melakukan perbaikan kualitas layanan. Salah satunya melalui perbaikan sistem tiket elektronik untuk memudahkan penumpang memesan tiket kapal secara online melalui jasa perbankan maupun channel lain. Saat ini sistem tiket online sudah berjalan di KM Kelud, KM Tidar, serta akan dikembangkan di seluruh kapal Pelni.

Direktur Utama PT Pelni Elfien Guntoro mengatakan, selain tiket dengan sistem online yang memudahkan, perbaikan layanan di atas kapal juga dilakukan dengan menggandeng aero catering service (ACS) yang merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia di sektor jasa katering. ”Layanan makanan ini di atas kapal dengan menggandeng ACS telah menyejajarkan kualitas layanan makanan penumpang ekonomi di Kapal Pelni dengan pesawat Garuda Indonesia, di mana standar mutu gizi dan kemasan memberikan jaminan yang lebih higienis,” kata dia.

Menurut Elfian, Pelni terus berinovasi dan berkreasi sehingga kepercayaan publik kepada perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia ini terus tumbuh. Sejumlah destinasi wisata bahari mulai dirintis sejak 2014, Pelni menawarkan paket perjalanan wisata ke Wakatobi, Raja Ampat, dan Karimun Jawa. Khusus wisata Karimun Jawa, kini rutin dilayari dua minggu sekali dengan KM Kelimutu Semarang-Karimun Jawa.

Sementara, dalam rangka mengembangkan pasar, pemerintah mempercayakan Pelni untuk menjadi operator angkutan Kapal Tol Laut, Kapal Ternak, dan Kapal Perintis. Sejak diresmikan pada 4 November 2015 kehadiran kapal barang melalui Pelni terbukti mampu menstabilkan harga-harga barang kebutuhan pokok di pulau-pulau yang dilalui.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY