Pelabuhan Modern NPCT Siap Beroperasi dan Akan Segera Diresmikan

0
376
Foto aerial proyek pembangunan Pelabuhan Kalibaru atau Terminal New Priok di Kalibaru, Jakarta Utara, Senin (18/1). PT Pelindo II menyatakan trial operation Container Terminal 1 New Priok yang mampu disandari kapal berukuran 20.000 TEUs siap diluncurkan pada akhir Januari 2016 dan akan disusul dengan pengoperasian secara penuh pada Juli 2016. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ama/16.

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelabuhan Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT1) yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta, bakal segera diresmikan pada September 2016 mendatang. Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Elvyn G Masassya, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri telah diagendakan untuk meresmikan pelabuhan modern tersebut.

“Kalau dari kita sudah siap, jadi menunggu jadwalnya pak Presiden,” katanya saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (27/8).

Elvyn menyatakan, dengan beroperasinya New Priok Container Terminal One, kapal-kapal bermuatan besar tidak perlu lagi singgah di Singapura. Sebab, pelabuhan itu sudah dibangun berdasarkan standar internasional dan steril.

banner-csm-atas

“Terminal ini memberikan volume perdagangan yang besar sehingga kapal-kapal besar dari Eropa bisa langsung ke sini, tidak perlu lagi singgah ke Singapura,” katanya. Dia mengatakan saat ini New Priok Container Terminal One (NPCT1) yang merupakan fase 1A dari keseluruhan Proyek New Priok Container Terminal secara komersial telah beroperasi sejak Kamis, 18 Agustus 2016.

Lebih lanjut dia menjelaskan, NPCT1 memiliki luas lahan kurang lebih 32 hektare dan kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per tahun dengan total panjang dermaga 850 meter pada akhir 2016 dan kedalaman 14 meter LWS (akan dikeruk secara bertahap hingga -20 meter).

Terminal baru tersebut diproyeksikan dapat melayani kapal peti kemas dengan kapasitas 13.000 hingga 15.000 TEUs dengan bobot di atas 150.000 DWT. “Terminal 2 dan 3 juga nantinya masing-masing bisa menampung hingga 1,5 juta TEUs, totalnya 4,5 juta TEUs dan akan menambah kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sebesar enam juta TEUs,” katanya.

Dia berharap agar peresmian terminal tersebut segera dilakukan dan diperkirakan pekan pertama pada September ini. Namun, hal itu harus menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Untuk mendukung itu semua, Elvyn mengatakan telah mendata potensi konsumen yang akan menggunakan terminal tersebut.

“Kami telah mengumpulkan data-data cargo owner (pemilik kargo) untuk menginformasikan bagaimana barang-barang bisa masuk ke NPCT1 tanpa harus singgah,” katanya, seperti dilansir koran-jakarta.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here