Pelabuhan Pelindo di Kota Bengkalis Dinilai Tidak Layak Lagi Digunakan

0
448
Kondisi pelabuhan Pelindo yang memprihatinkan. (goriau.com)

Bengkalis – (suaracargo.com)

Pelabuhan Pelindo di pusat Kota Bengkalis, Provinsi Riau, dinilai sejumlah pihak sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan mengingat kondisi bangunan pelabuhan yang sudah tua.

“Pelabuhan ini memang sudah lama sekali, memang sudah hampir mau ratusan tahun juga, dan lokasi pelabuhan ini juga tentunya sangat mengganggu aktifitas orang banyak disini,” kata seorang buruh yang sedang mangkal di pelabuhan Pelindo, Tarmi, Rabu (12/4).

Pelabuhan Pelindo ini merupakan pelabuhan bongkar muat barang dari luar ke kota Bengkalis. Namun kini, kondisi bangunan pelabuhan yang sudah mulai keropos itu dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi kegiatan bongkar muat di sana.

Bahkan, bukan hanya kondisi pelabuhan yang mulai keropos yang menjadi kekhawatiran. Masyarakat di daerah itu tidak lagi merasa nyaman dengan aktivitas mobil besar yang sering bolak balik saat dilakukan bongkar muat barang.

“Memang ini berbahaya, apalagi di sebelah jalan ada Plaza Mandiri, Hotel Marina, banyak orang disini, namun gimana lagi, pelabuhan ini memang dari dulu sudah di sini,” kata seorang buruh yang bekerja di pelabuhan itu, Kiman (43).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis melalui Kabid Pelabuhan, M, Arief menyebutkan, terkait pelabuhan Pelindo tersebut pihaknya sudah mengusulkan untuk diipindahkan ke pelabuhan bongkar muat yang berlokasi di Desa Air Putih.

“Memang, kondisi pelabuhan Pelindo ini bisa dikatakan sudah tidak layak operasi lagi, karena umur pelabuhan itu juga sudah terlalu lama, terlebih lagi letaknya juga pastinya mengganggu aktifitas masyarakat, namun kita juga sudah mengusulkan untuk bisa dipindahkan,” kata M Arief.

Dari pantauan, kondisi pelabuhan Pelindo itu memang sudah tidak bisa digunakan lagi, di samping tiang-tiang bawah pelabuhan yang mulai keropos, besi tiangnya sudah ada sebagian patah dan terendam air laut, dan hingga saat ini, pelabuhan ini masih digunakan untuk bongkar muat barang.

Penulis: Abdul Razak & Siti Zubaidah
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here