Pelabuhan Rakyat Namosain Hingga Kini Belum Bisa Digunakan

0
544
Rumah proyek yang reot, di Pelabuhan Namosain, Jumat, (9/7/2017) Pos Kupang / Andri Atarogan

Kupang – (suaracargo.com)

Pelabuhan Rakyat Namosain di Kecamatan Alak, Kota Kupang yang telah dibangun sejak tahun 2011 silam hingga kini tidak bisa digunakan. Dermaga ini dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 19 miliyar lebih.

Di area pintu masuk Pelabuhan, Jumat (9/6/2017) tampak material bangunan berserakan. Pipa-pipa berdiameter besar tertumpuk di area sekitar pelabuhan. Pipa-pipa ini menutupi akses masuk menuju pelabuhan tersebut.

Sebuah alat berat yang rusak dan berkarat tergeletak di samping pintu masuk. Suasana di sekitar tampak kumuh. Di samping alat berat tersebut, tampak bangunan bekas rumah proyek yang sudah reot.

Menurut beberapa warga di sekitar, sejak dua tahun terakhir tidak terlihat aktifitas proyek untuk menyelesaikan pelabuhan tersebut. Tidak ada satu pun perahu yang ditambatkan di area pelabuhan tersebut. Area pelabuhan dimanfaatkan masyarakat setempat untuk memancing.

Adi, warga Kecamatan Oebobo mengatakan, daripada palabuhan tidak digunakan lebih baik dia manfaatkan untuk memancing. “Sudah lama pembangunannya terhenti. Kondisi seperti ini belum bisa digunakan jadi lebih baik saya manfaatkan untuk memancing,” kata Adi, seperti dilansir pos-kupang.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here