Pelabuhan Roro di Kualatungkal Terbengkalai

0
355
jambiexpress.co.id
jambiexpress.co.id

Kualatungkal – (suaracargo.com)

Keberadaan bangunan roro yang berada di Parit 7 Kualatungkal kini terbengkalai. Padahal awalnya, pelabuhan itu digadang-gadangkan bakal menjadi pelabuhan internasional. Dibangun dengan dana yang tak sedikit, kini pelabuhan itu terlihat lusuh dan tak terawat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, proyek yang dikerjakan melalui dana pusat itu belum memiliki kejelasan akibat tersangkut kasus hukum.


Kondisi jembatan Roro semakin hari terus mengalami kemerosotan dan mulai rusak disana-sini. Hingga yang terparah, baru-baru ini dermaga apung yang menjadi dasar jembatan baja kini kondisinya anjlok. Bahkan, tali baja yang menghubungkan antar pancang juga terlihat putus. Ironisnya, pemerintah daerah juga tak bisa mengambil tindakan meski sudah mendapat laporan kerusakan tersebut..

Tokoh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kemas Bujang Azhari, mengatakan bahwa seharusnya pemerintah pusat lebih memprioritaskan Kabupaten Tanjabbar untuk pembangunan dibidang kelautan. Apalagi saat ini dipemerintahan baru ini sudah ada kementrian yang mengatur tentang kemaritiman.

“Sudah puluhan miliar yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk pembangunan pelabuhan Roro itu,” ungkapnya. Ia pun mengatakan bagi anggota dewan yang mewakili Kabupaten Tanjabbar, Provinsi Jambi hingga di Senayan untuk memperjuangkan hal tersebut. Jangan hanya diam saja melihat pembangunan yang terhenti, hal itu harus bisa dilakukan karena Tanjabbar wilayah pesisir yang strategis. “Itu cepat dilakukan supaya ibukota kita ini perekonomiannya maju dan lebih hidup, maju Tanjabar majulah provinsi Jambi ini,” pungkasnya.

Ditemui secara terpisah, Asisten II Setda Tanjab Barat, Syafriwan, mengakui bahwa Pemkab sudah melaporkan kerusakan yang terjadi di Jembatan Roro kepada pemerintah pusat. Pihaknya juga memahami keterbatasan Pemerintah yang kini sedang terkendala tidak bisa meneruskan pembangunan karena pembangunan yang lama masih tersangkut kasus hukum.

Padahal pemerintah daerah sendiri sangat berharap akan keterselesaian pembangunan pelabuhan yang dibuat oleh pemerintah pusat. “Sudah kita laporkan ke pusat. Tapi memang jembatan itu masih tersangkut tapi kita tidak tahu persis permasalahannya. Makanya pekerjaanya belum ada serah terima,” terang Syafriwan.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan tersebut nantinya akan di integrasikan dengan pembuatan fasilitas yang lengkap, seperti jalan pelabuhan dalam untuk tempat kontainer dan perkantoran untuk kelancaran bongkar muat dipelabuhan. “Arah pembangunannya kan nanti ada pelabuhan ada fasilitas pendukung untuk kelancarannya,” pungkasnya. Ditanyakan berapa persis dana pembangunan pelabuhan roro, Syafriwan mengatakan bahwa ia tak mengerti persis dan diarahkan ke dinas perhubungan Tanjabar. Sayangnya, leading sektor dalam pembangunan ini sebagai perpanjang tangan pemerintah pusat di dinas perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tak bisa dihubungi.

Seperti diketahui, pembangunan mega proyek Pelabuhan Roro Parit 7 Kuala Tungkal dibangun dengan dana puluhan milliar rupiah menggunakan dana dari APBN yang pelaksanaannya dikelola oleh Pemerintah Propinsi Jambi, Proyek tesebut mulai dilaksanakan Pada Tahun 2003. Dan kemudian terhenti di 2013, karena tidak mendapat dukungan anggaran lanjutan dari pemerintah pusat melalui APBN.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here