Pelabuhan Samudra Masuk RPJMD Berau Periode 2016 – 2021

0
206
Pelabuhan Samudra (berau.prokal.co)

Batiwakkal – (suaracargo.com)

Dalam konsep Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Berau, periode 2016-2021, kelanjutan pembangunan Pelabuhan Samudra di Mantaritip, Kecamatan Sambaliung, tercantum sebagai salah satu megaproyek unggulannya.

Pembangunan pelabuhan dan infrastruktur pendukungnya, jelas Wakil Bupati Agus Tantomo, erat kaitannya dengan pengembangan ekonomi di Bumi Batiwakkal. Pasalnya, selama ini, terhambatnya investor masuk ke Berau, karena tidak adanya pelabuhan utama yang mampu mengakomodasi kepentingan ekspor-impor barang.

“Berau ini kan selama ini, memiliki produk komoditas ekspor, seperti karet, kayu, kelapa sawit dan batu bara. Tapi saat ini tidak ada akses seperti pelabuhan untuk mengekspor produk tersebut. Ini kan aneh. Makanya kami mengejar pembangunan Pelabuhan Samudra ini,” kata Agus usai seminar paparan RPJMD, Minggu (15/5).

Dibutuhkannya pelabuhan tersebut, ujar Agus, juga demi meningkatkan peluang investasi di Berau. Sehingga para investor yang bergerak pada sektor ekspor dan impor, tidak ragu menanamkan uangnya.

Terkait rancangan pelabuhan itu sendiri. Agus mendeskripsikan pelabuhan akan terhubung dengan freeway yang menghubungkan kawasan Limunjan ke ke rencana Jembatan Kelay III dan hingga Bandara Kalimarau. Dengan tersedianya akses darat yang tersedia, secara tidak langsung akan meningkatkan efek ekonomi. Karena, selain pergudangan, perindustrian juga akan tumbuh dengan sendirinya.

“Karena itu, kami tempatkan dalam skala prioritas pembangunan pelabuhan ini,” tegasnya, seperti dilansir berau.prokal.co.

Pertimbangan lainnya, kondisi Pelabuhan Teratai di Tanjung Redeb sudah tidak layak untuk aktivitas bongkar muat. Pasalnya, selain karena jalur sungai yang padat, juga karena kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.

“Dari dulu sudah tidak layak. Kedalamannya juga tidak lebih dari sepuluh meter. Kalaupun dikeruk, juga tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Mengenai dana pembangunan Pelabuhan Samudra, Agus mendapat dukungan dari pusat maupun provinsi.

“Dulu sempat terhambat karena pembebasan lahan. Tapi sekarang sudah tidak ada masalah. Sekarang tinggal mencari dananya saja. Karena pelabuhan itu terdiri dari dua sisi, darat dan laut. Kami berharap untuk di darat bisa ditanggun APBD Provinsi (Kaltim) dan yang di laut melalui APBN,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY