Pelabuhan Sangatta Akan Segera Terwujud

0
319
KEJAR TARGET: Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim saat meninjau proses pembangunan Pelabuhan Sangatta baru-baru ini. (Foto: Dishubkominfo for Radar Kutim)

Sangatta – (suaracargo.com)

Keberadaan Pelabuhan Sangatta yang selama ini menjadi impian masyarakat di sana tampaknya akan segera terwujud. Sebab, Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Kutai Timur menargetkan akhir tahun ini pelabuhan yang menghabiskan ratusan milyar rupiah itu dapat beroperasi. Sementara untuk progeres pembangunan sisi darat pun ditargetkan selesai pada pertengahan tahun.

“Sambil pembangunan sisi darat berjalan, kita juga fokus mengurus perijinan pelabuhan ke Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Yah target kita akhir tahun sudah bisa operasi,” sebut Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim, Rabu (20/1) kemarin di ruang kerjanya.

Dia menerangkan, untuk pembangunan sisi darat masih melanjutkan proses tahun sebelumnya yang belum tuntas. Mengingat, dari alokasi anggaran sebesar Rp 50 miliar pada 2015, hingga akhir tahun baru terserap sekitar 85 persen. Sehingga, perpanjangan pekerjaan proyek pun dilakukan.

“Masalah kita, karena waktu pekerjaan terlalu singkat. Anggaran baru cair sekitar Agustus. Selain itu, terkendala juga masalah lahan yang belum tuntas. Makanya, diperpanjang sampai tahun ini (2016, Red.),” jelasnya, seperti dilansir bontang.prokal.co.

Karena pekerjaan diperpanjang, lanjut Johansyah, dalam APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) murni 2016 pembangunan Pelabuhan Sangatta tak mendapat alokasi anggaran. Hal itu disebabkan karena proyek tersebut masih menuntaskan serapan anggaran yang tersisa tahun lalu. Namun, jika nantinya proyek itu tetap membutuhkan tambahan anggaran, maka akan diusulkan dalam anggaran perubahan.

“Yang jelas kita kejar target sampai akhir tahun ini pelabuhan bisa operasi. Karena kasian masyarakat sangat membutuhkan transportasi laut antar daerah,” kata Johansyah. Selain itu, lanjut dia, kendaraan muatan berat tidak perlu lagi lewat jalan lintas provinsi. Karena bisa langsung terhubung lewat laut.

“Selama ini jalan kita cepat rusak karena truk muatan berat melintas. Mau kita larang, tidak ada jalur alternatif seperti pelabuhan. Makanya, kalau ada pelabuhan, akan sangat membantu. Kita pun bisa menarik PAD (Pendapatan Asli Daerah) lewat retribusi bongkar muat barang di pelabuhan,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here