Pelabuhan Somber Siap Beroperasi Tahun 2017

0
351
Pelabuhan Somber (kaltim.prokal.co)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Wakil Walikota Rahmad Mas’ud menjadwalkan tahun baru 2017, pelabuhan Somber, Balikpapan akan kembali beroperasi sebagai pelabuhan angkutan penumpang dan barang (roro).

Dia mengaku bahwa pada awalnya, pelabuhan ini ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2016. Namun, karena masih dalam proses perizinan dan kelengkapan infrastruktur, pelabuhan ini baru bisa diharapkan sudah bisa beroperasi pada bulan Januari 2017. “Paling lama awal Januari pas tahun baru. Doain ini bisa segera. Insya Allah tidak ada masalah. Fasilitas sekarang sudah saya kerjakan. Sambil menunggu fasilitas, dermaga jembatan sudah dibuatkan kan nggak perlu diumumkan. Nanti setelah launching kita kumpul dilihat di sana,” ungkapnya.

Selama sebulan, pihaknya sudah mengukur dan membuat fasilitas dermaga yang dulu dikelola ASDP. Sementara ini, hal yang sedang dilakukan adalah pengerjaan fasilitas di darat. “Sarana fasilitas di darat sekarang sudah dihitung, bulan ini paling tidak dikerjakan. Sifatnya ada dua apakah join operational atau Perusda. Kan sama saja kalau JO masuknya ke pemkot,” tuturnya.

Diakui oleh Rahmad, di lokasi eks Somber ini masih terdapat sejumlah aktivitas kapal-kapal. Namun dia memastikan saat Pelabuhan Somber berfungsi kembali, mereka tidak boleh lagi beraktivitas di sekitar pelabuhan.

“Sudah kita sampaikan ke pemiliknya. Informasnya mereka sewa, nggak tahu sewa sama siapa apakah pemkot atau pihak lainnya. Nanti kita telusuri. Nanti saya cek dulu,” katanya, seperti dilansir korankaltim.com.

Perizinan di Kementerian Perhubungan masih dalam proses. Diakui oleh Rahmad, hall itu butuh waktu karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Namun, dia berharap agar sambil menunggu selesainya kelengkapan persyaratan, pelabuhan Somber sudah dapat digunakan. “Tentu ya ada kebijakan sambil menunggu perizian berjalan, sambil melengkapi kelengkapan-kelengkapan, pelabuhan itu bisa beroperasi kan biasanya ada kebijakan,” harapnya.

Lanjutnya, secara birokrasi, perizinan operasional pelabuhan Somber tidak menemui hambatan berarti. Namun, hal yang memakan waktu lama yakni membangun dan mempersiapkan fasilitas-fasilitas pelabuhan.

“Ini yang lama. Anggaran belum hitung kita bangun dulu yang penting jangan merugikan pemkot. Karena inikan aset produktif,” tandasnya.

Pemkot, lanjutnya, juga sedang menata fasilitas pendukung seperti lokasi pedagang dan pendukung lainya. “Jangan sampai kita salah mendesain fasilitas karena ini kan jangka panjang. Kita ingin juga libatkan bangun fasilitas untuk orang berdagang berapa muatnya di sana supaya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Berfungsinya pelabuhan Somber, tambah Rahmad, merupakan bagian komitmen dirinya bersama Walikota untuk menghidupkan kembali aktifitas ekonomi masyarakat di sekitar Somber.

Lokasi pelabuhan Somber, tambahnya, akan jadi pelabuhan roro mengingat alur dan kedalaman airnya kurang memungkinkan jika ke depan harus dijadikan pelabuhan pengumpan atau pelabuhan besar. Setidaknya, jika pelabuhan ini beroperasi, kemacetan di kawasan km 5. akan terurai.

“Akses kemacetan kilo 5 begitu pindah pasti itu akan memecah. Sudah ada komunikasi dengan ASDP termasuk angkutan barang. Kita kan punya hubungan baik begitu fasilitas siap kita pakai ini. Ya semacam pelabuhan roro,” tukasnya. (din)

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY