Pelabuhan speed boat Bulang Linggi Akan Ditingkatkan Statusnya

0
452
Pelabuhan speed boat Bulang Linggi Tanjungpinang, direncanakan naik status dari semula bernama Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas II Tanjunguban menjadi Badan Layanan Umum (BLU) atau BLUD.

Bintan – (suaracargo.com)

Pelabuhan speed boat Bulang Linggi Tanjungpinang, direncanakan naik status dari semula bernama Unit Penyelenggara Pelabuhan (UP­P) Klas II Tanjunguban menjadi Badan Layanan Umum (BLU) atau BLUD. Pengelolaan pelabuhan tersebut akan dserahkan kepada Badan Usa­ha Milik Daerah (BUMD) Bintan.

Rencana kenaikan status pelabuhan ini merupakan rencana dari Direk­torat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Kepala Kanpel UPP Klas II Tanjunguban, Edi Sumarsono mengharapkan, dengan rencana kenaikan status tersebut pelayanan serta pengelolaan kawasan pelabuhan di Tanjunguban itu bisa sederajat dengan pengelolaan seperti di ban­dara-bandara.

“Dengan dikelola oleh BLUD, diharapkan lebih profesional dan mem­beri­kan sumbangan kepada dae­rah dan negara lebih besar. Pengelolaannya diharapkan meniru bandara. Lebih ber­sih, tidak antri penumpang,” kata Edi, kemarin, seperti dilansir harianhaluan.com

Saat ini, kata Edi, status pengelolaan pelabuhan speed boat Bulang Linggi Tanjunguban masuk dalam wilayah kerja UPP Kanpel Tanjunguban. Sedangkan bangunan fisik pelabuhan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, termasuk fasilitas dan prasarananya.

“Perubahan pengelolaan­nya menjadi BLU ini bersamaan dengan 19 pelabuhan lainnya di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Dengan adanya rencana dari pusat itu, pengelolaan pelabuhan itu sepenuhnya akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Yandrisyah mengatakan, rencana tersebut akan sangat memberikan dampak p­ositif terutama terhadap naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan ke­de­pannya.

“Saat ini sudah menyum­bang kepada Kabupaten Bin­tan sekitar Rp400 juta. Kita harapkan nanti menjadi Rp1 miliar lebih,” kata Yan­drisah.

Naiknya PAD dari pela­buhan ini, kata Yandrisah, diharapkan dari pemu­ngu­tan restribusi kapal tanker yang labuh jangkar, karena sedang mengantri pe­ngi­sian bahan bakar minyak (BBM) ataupun bahan ba­kar gas (BBG) ke PT Per­tamina terminal Tanjungu­ban. “Ju­ga potensi dari kapal-kapal yang sandar di pelabuhan,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here