Pelabuhan Tanjung Priok Ambil Langkah Besar Jadi Super Hub

0
317
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Langkah luar biasa akan dilakukan oleh Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan tersebut direncanakan akan menjadi super hub atau pelabuhan pengumpul. Sejumlah pelabuhan di Indonesia dapat mengirimkan barang-barangnya ke pelabuhan tersebut untuk kemudian nantinya diekspor ke negara tujuan. Sebagai super hub, Pelabuhan Tanjung Priok akan mengundang kapal besar atau kapal mother vessel untuk melakukan ekspor-impor.

Adapun dokumen clearence ekspor-impor masih di terbitkan daerah asal. Termasuk, nota pelayanan ekspor dan Pemberitahuan Impor barang. Pajak ekspor-impor masih tercatat di daerah masing-masing. Konsep yang digagas Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Elvyn G Masassya, telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk dari internal Pelindo sendiri.

“Terkait Pelabuhan Tanjung Priok menjadi super hub, kami tentu mendukung. Dan bagaimana pasarnya, harus melakukan pemetaan pasar lagi, dengan para stake holder,” ujar General Manajer Pelindo II, Cabang Palembang, Cheppy Rymetaatmadja, Rabu kemarin (11/1).

Konsep tersebut, menurut Cheppy, sangat bagus. Pihaknya juga akan mengkajinya lebih lanjut. Seperti perusahaan pelayaran mengirim kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok, tentu ada hitung-hitungannya. Profitnya bagaimana. Kemudian ada kargo apa yang bisa diangkut balik. Hal itu seperti yang biasa di lakukan saat mengirim barang ke Pelabuhan di Singapura.

“Contoh, truk saja kalau balik tidak bawa muatan rugi. Apalagi kapal. Karena itu, peran pemerintah perlu dilakukan. Seperti soal jalur distribusi ke Pelabuhan Tanjung Priok. Dan juga memberikan intensif. Misalnya, sewa gudang lebih murah dibanding di Singapura,” imbuh Cheppy.

Lebih lanjut Cheppy, pihaknya bisa membantu. Seperti survey kecil-kecilan di perusahaan pelayaran di sini. “Misal, kenapa kirim barang ke Singapura. Juga biayanya, Perbandingannya bagaimana,” ujarnya, seperti dilansir indopos.co.id.

Pihaknya lanjut Cheppy juga melakukan pembenahan di Pelabuhan Palembang. Seperti menerapkan program yang telah dilakukan di Tanjung Priok. Seperti auto gate. “Kami juga akan melakukan penyesuaian tarif. Penumpukan kontaiener, lima hari dihitung satu hari, tarifnya masih Rp 500. Itukan sudah tidak wajar. Orang jadi lebih senang simpan kontainer di sini. Jadi, banyak tarif yang harus ditinjau. Sebab sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY