Pelabuhan Tanjung Sauh Dinilai Tidak Lagi Potensial Untuk Dikembangkan

0
561
BP Batam (skalanews.com)

Batam – (suaracargo.com)

Rencana pembangunaan Pelabuhan peti kemas dan alih kapal Tanjung Sauh dinilai tidak potensial lagi. Proses pembangunaanya pun belum jelas kapan. Apalagi dilihat dari potensi pemasukan dan pembangunaan yang dinilai tidak seimbang.

Staf Khusus Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatakan Nasrul Amril kegiatan kapal di Selat Malaka pertahun berkisar 80-90 juta TEUs. Indonesia berkontribusi sekitar 8 juta TEUs, namun Batam hanya 500-800 TEUs dan itu hanya dari Pelabuhan Batuampar.

“Sebenarnya dari pelabuhan Batuampar masih bisa ditingkatkan,” terang Nasrul di kantor Kanpel Batam, Batuampar, Jumat (2/6).

Dikatakannya, Pelabuhan Batuampar memiliki potensi ditingkatkan menjadi 1500- 2000 TEUs. Namun karena keterbatasan infrastruktur hal itu tak bisa dilakukan. Apalagi adanya aliran pipa yang menghalangi untuk itu.

“Batuampar tak bisa dikembangkan karena ada pipa, apalagi keterbatasan infrastruktur,” imbuhnya, seperti dilansir batampos.co.id.

Sedangkan untuk Pembangunaan Pelabuhan Tanjung Sauh belum tahu diwujudkan kapan. Hal itu dikarenakan letak Tanjungsauh yang cukup menjorok ke dalam. Ditambah arus di lokasi tersebut cukup kuat. Apalagi antara pemasukan dan pembangunaan dinilai tak seimbang.

“Tanjung Sauh masih proses yang masih belum tahu kepastiaanya, walau studinya sudah selesai. Tapi logika untuk Tanjung Sauh tidak masuk,” jelasnya.

Menurut dia, dari segi waktu Batam juga tak bisa meningkatkan potensi hingga 1500 TEUs. Hal itu karena bongkar muat 4050 box saja bisa menghabiskan waktu satu jam. Sedangkan perkiraan 1000 TEUs bisa 20-30 jam.

“Sementara kapal butuh ketepatan waktu untuk bersandar dan dibongkar,” terangnya.

Namun, untuk optimalisasi Pelabuhan kontainer Batuampar, pengelola pelabuhan perlu menyiapkan alat otomatis. Selain itu perlu insentif seperti Singapura yang diberikan biaya potongan 50 persen, namun aktifitas dilakukan di Pelabuhan khusus.

“Jadi yang penting bukan untuk bongkar muat. Kalau mau besaing harus siapkan infrastruktur juga,” tegas Nasrul.

Sementara itu, Anggota DPD RI Kepri Djasarmen Purba mengatakan penting pengembangan Pelabuhan Batuampar melalui alat. Bahkan, dirinya akan menyampaikan langsung kendala yang dihadapi Batam dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar ke Presiden. Salah satu adanya aliran pipa dan keterbatasan infrastruktur.

“Kendala kita yang infrastruktur. Batuampar harus dibangun dan dikembangkan. Karena Tanjungsauh dari sisi geografis tidak pas,” pungkas Djasarmen saat berkunjung ke Kantor Kanpel Batam di Batuampar, kemarin pagi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here