Pelabuhan Teluk Lamong: Gerbang Baru Maritim Indonesia

0
310
Suasana aktvitas bongkar muat di Terminal Laut Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ed/mes/15
Suasana aktvitas bongkar muat di Terminal Laut Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ed/mes/15

Pelabuhan merupakan sarana yang penting sebagai pintu masuk dan keluar komoditas perdagangan baik antar pulau maupun antar negara. Berkat pelabuhan yang efektif, geliat ekonomi nasional pun makin melesat dan pada gilirannya mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Di dalam konteks itulah, Terminal Teluk Lamong dibangun. Pelabuhan khusus kapal niaga di perbatasan Surabaya dengan Gresik ini menjadi pintu baru untuk menggenjot roda perekonomian nasional.

Sebagai contoh, kegiatan bongkar muat pupuk. Pupuk yang datang melalui pelabuhan kemudian dikirim kepada petani. Berkat pupuk yang tiba tepat waktu, sawah dapat diolah tepat waktu dan padi yang dihasilkan pun maksimal. Bukan hanya pupuk, banyak juga komoditas lain yang penting buat kebutuhan hidup kita sehari-hari masuk dari pelabuhan.

Agar pasokan barang-barang tersebut tidak terlambat tiba dan harganya tetap terjangkau, maka kegiatan bongkar muat di pelabuhan harus efisien dan efektif. Sebab, komponen biaya muat dan bongkar masuk dalam harga jual akhir produk barang yang bersangkutan.

Terminal Teluk Lamong, yang pembangunannya selesai pada pertengahan 2014, berdiri di atas lahan seluas 40 hektar. Sebanyak 1,5 Juta TEUs dapat ditampung dalam waktu bersamaan. Untuk memprosesnya diterapkan metode semi otomatis. Metode yang meminimalkan peran manusia di lapangan, baik untuk mengangkat barang dari kapal hingga menyusun dan mendatanya, terbukti mampu menekan biaya operasional serta mencegah kecelakaan kerja.

Efisiensi dalam operasional adalah keunggulan yang belum dimiliki oleh pelabuhan-pelabuhan besar lain di Indonesia. Keunggulan ini merupakan potensi yang dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha, eksportir dan importir, agar memproses barang melalui Terminal Teluk Lamong.

Sebagaimana dilansir goodnewsfromindonesia.org dari situs kantor berita Antara, biasanya, kecepatan proses bongkar muat 22 box per jamnya. Namun kini, dengan adanya peralatan semi otomatis, kecepatan bongkar muat bisa ditingkatkan menjadi 30 box per jam. Selain itu, safety atau tingkat keamanan juga lebih tinggi, hingga produktivitas bisa semakin meningkat.

Terminal Teluk Lamong dibangun di perairan perbatasan antara Surabaya dengan Gresik. Berdiri di atas lahan 40 hektar yang sebagian besar di antaranya adalah lahan reklamasi, jumlah peti kemas yang dapat ditampung mencapai 1,5 Juta TEUs. Bukan hanya peti kemas dan komoditas curah dapat diproses secara efisien di pelabuhan yang pembangunannya dimulai pada 2010 silam. Pelabuhan ini dibangun untuk mengantisipasi lonjakan beban bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Tanjung Priok, Jakarta.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY