Pelabuhan Tembilok Terbengkalai dan Dijadikan Tempat Mancing

    0
    500
    TERBENGKALAI: Pelabuhan Tembilok yang terletak di sebrang Pelabuhan Sukabangun kondisinya terbengkalai. Pelabuhan yang dibangun menghabiskan miliaran rupiah ini tidak difungsikan lagi. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

    Ketapang – (suaracargo.com)

    Warga menganggap keberadaan Pelabuhan Tembilok mubazir. Selain sudah tidak difungsikan lagi, pelabuhan itu saat ini sudah dalam kondisi rusak. Banyak fasilitas di areal pelabuhan yang dicuri oleh tangan-tangan usil. Di sekitar dan di dalam kawasan pelabuhan juga banyak ditumbuhi rumput, sehingga terkesan angker.

    Salah satu warga bernama Wiyan (41) mengatakan, keberadaan pelabuhan ini sangat mubazir. Selain lokasinya yang dianggap kurang strategis, pelabuhan itu terbengkalai. “Sudah lama tidak digunakan. Padahal bangunannya cukup megah,” kata warga Delta Pawan ini, kemarin (3/1).

    Ia juga mengungkapkan bagaimana dulunya pelabuhan ini sempat dioperasikan. Namun, sayangnya, entah kenapa justru sekarang ini, menurut dia, tak lagi dioperasikan. “Tidak tahu apa alasannya kenapa tidak difungsikan lagi? Padahal bangunan dan fasilitasnya cukup megah. Hanya saja lokasinya cukup jauh jika dijangkau dengan jalan darat,” jelasnya, seperti dilansir pontianakpost.com.

    Untuk mencapai pelabuhan tersebut, orang harus menempuh sekitar belasan kilometer dari Kota Ketapang. Belum lagi, dia menambahkan, lokasi pelabuhan itu cukup sepi. “Memang sebagian jalan yang menuju ke pelabuhan tersebut sudah bagus dan diaspal. Hanya saja lokasinya jauh dan sepi. Mungkin itu juga yang menjadi penyebab kenapa belum difungsikan,” ungkapnya.

    Ia hanya bisa berharap agar pemerintah dapat memfungsikan atau paling tidak memanfaatkan bangunan pelabuhan tersebut agar tidak mubazir. “Apakah itu menggunakan APBD atau APBN, saya tidak tahu? Yang jelas sayang kalau dibiarkan seperti itu. Kalau tidak bisa untuk pelabuhan, ya minimal dapat dimanfaatkan untuk hal lain,” harapnya.

    Sementara itu, warga lainnya, Lian (36), mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke pelabuhan tersebut bersama warga lainnya. Kedatangan Lian dan warga lainnya ke sana bukan untuk menyeberang melainkan hanya untuk memancing. “Kalau untuk memacing cukup enak. Karena bangunan betonnya sampai ke tengah sungai. Jadi, tak susah-susah melemparkan pancing,” katanya.

    Ia juga menyayangkan kondisi pelabuhan yang banyak mengalami kerusakan. Seperti halnya accumulator penerangan lampu, diakui dia, juga banyak yang hilang. “Banyak ditumbuhi rumput juga, jadi kayak angker gitu. Siang saja angker, apalagi malam,” jelasnya.

    Lian juga mengaku cukup kesulitan untuk menuju ke pelabuhan tersebut, terlebih di musim hujan. Pasalnya, dia mengungkapkan jika di salah satu parit tidak terdapat jembatan. Kondisi itu menyulitkan warga untuk menyeberang. “Kalau mau ke sini tidak bisa pakai motor. Motor ditinggal di sana, karena tak ada jembatannya,” ungkapnya.

    “Kalau memang masih bisa difungsikan, ya difungsikan. Daripada hanya menjadi tempat mancing saja, kan sayang. Masa lokasi untuk mancing semegah ini,” harapnya sambil tertawa.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here