Pelaku Usaha dan Akademisi Jasa Pelabuhan Berharap Banyak Pada Dirut Baru Pelindo II

0
266
Elvyn G. Masassya (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta – (suaracargo.com)

Sejumlah pelaku usaha dan akademisi jasa pelabuhan memiliki harapan besar kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G Masassya.

Di antara harapan tersebut adalah menjadikan pelabuhan di Indonesia berkelas dunia sekaligus merampungkan sejumlah utang BUMN tersebut.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan, sangat berharap ada perubahan positif jasa kepelabuhanan dalam negeri melalui tangan dingin Elvyn G Masasya.

Perubahan itu penting mengingat 65% volume ekspor-impor di Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

“Direksi baru IPC harus mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan kelas dunia atau world class port dan pelabuhan hub alias hub port. Pelabuhan tersebut harus bisa dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Pelabuhan Singapura,” kata Setijadi kepada Bisnis, Selasa (26/4/2016).

Setijadi mencatat pada 2015, Pelabuhan Singapura menangani lebih dari 30,6 juta TEUs kontainer, 30 juta ton kargo konvensional, 200 ribu ton minyak bumi, dan 15 juta tonkargo curah nonmigas.

Bahkan, Pelabuhan tersebut dirancang menjadi pelabuhan kontainer terbesar di dunia dengan kapasitas 65 juta TEUs per tahun.

Menurut Setijadi, Pelindo II harus fokus sebagai operator pelabuhan sesuai dengan UU No. 17/2008 tentang Pelayaran. Peningkatan kapasitas dan produktivitas harus dilakukan denganmengembangkan dan meningkatkan kinerja kepelabuhanan, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana serta peralatan mekanik pelabuhan yang handal.

Adapun peningkatan juga perlu dilakukan dalam melaksanakan seluruh kegiatan bisnis kepelabuhan berkaitan dengan layanan kapal, layanan barang, dan layanan enumpang.

Setijadi pun mengingatkan agar direksi baru Pelindo II perlu memberik perhatian dalam peningkatan manajemen, operasional, dan standardisasi kepelabuhanan, termasuk mendorong profesionalisme tenaga kerja bongkar muat.

Tak hanya itu, Setijadi berpesan agar Pelindo II akan berperan penting dalam implementasi Program Tol Laut. Perlu inisiatif direksi baru Pelindo II dalam membangun sinergi dengan Pelindo I, Pelindo III, Pelindo IV, dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) swasta untuk mengembangkan standardisasi infrastruktur dan prosedur kepelabuhanan, serta integrasi sistem informasi antar pelabuhan.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menyatakan harapan agar Elvyn dan jajaran barunya mampu mengelola keuangan dengan lebih baik ketimbang pendahulunya RJ Lino.

Zaldy pun menyampaikan harapannya agar Elvyn dan jajarannya mampu mengentaskan hutang Pelindo II yang bernilai sekitar Rp46 triliun dari konsorsium asing.

“Semoga dengan rangkaian keahlian Pak Elvyn di bidang keuangan kami berharap beliau bisa membenahi hutang Pelindo II dan berorientasi pada pelayanan, tidak hanya mendapatkan laba semata,” tutur Zaldy.

Elvyn G. Masassya diangkat menjadi Direktur Utama Pelindo II berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. SK-82/MBU/04/2016 tanggal 22 April 2016.

Susunan direksi lainnya adalah Saptono R. Irianto sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha dan Pelaksana Tugas Direktur Teknik, Dana Amin sebagai Direktur Operasi, Orias P. Moedak sebagai Direktur Keuangan, dan Dede R. Martin sebagai Direktur Pembinaan Anak Perusahaan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here