Pelindo I Cabang Tanjungpinang Investasikan Dana 100 Miliar Rupiah Benahi Fasilitas Terminal Kargo di Pelabuhan Sribintiyan

0
420
Aktivitas pelabuhan kargo dan peti kemas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Selasa (4/4). Pelindo I berencana memperpanjang dermaga dan menambah fasilitas pelabuhan guna memaksimalkan pelayanan. Novel M Sinaga.

Bintan Timur – (suaracargo.com)

PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang menggelontorkan dana sebesar Rp100 miliar pada 2017. Anggaran tersebut untuk membenahi fasilitas di Pelabuhan Terminal Kargo dan Petikemas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang.

“Total dana investasi yang akan kami keluarkan guna pembenahan fasilitas pembangunan dan perawatan dermaga petikemas pelabuhan Kijang untuk tahun ini sebesar Rp100 miliar,” ujar General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Irawan didampingi Kepala Perwakilan Cabang Pelindo I untuk pelabuhan Sribayintan-Kijang, Khoiruddin di Kantor Pelindo I Cabang Tanjungpinang Perwakilan Sribayintan-Kijang, Kamis (27/4).

Wayan menjerlaskan, penggunaan dana tersebut untuk pembangunan dan penambahan dermaga heavy kargo dan dermaga petikemas dengan desain dermaga khusus berkekuatan 250 ton sepanjang 80 meter. Proyek tersebut menelan biaya hingga Rp40 miliar.

“Hari ini (kemarin) merupakan pertemuan kedua dengan pihak konsultan dari pusat untuk merancang desain pembangunan dermaga ini,” katanya, seperti dilansir sindobatam.com.

Untuk pembangunan jalan pintu masuk dan keluar pelabuhan sepanjang 500 meter dengan lebar jalan 15 meter beserta penataan lapangan parkir kantor dan penumpang telah dianggarkan Rp7 miliar.

“Status jalan itu aset pemerintah daerah, namun untuk perawatannya dihibahkan ke pihak Pelindo. Nantinya aset jalan itu akan dihibahkan ke Pelindo,” ujar Wayan.

Selain itu, pihak Pelindo juga akan membangun terminal depo kontainer di lahan milik Pelindo I di wilayah Korindo seluas 5 ha, dengan total angaran sebesar Rp13 miliar yang pengerjaannya juga dilakukan tahun ini.

“Terminal Depo kontainer ini nantinya tempat bongkar muat kontainer, menghindari penumpukan kontainer di area dermaga pelabuhan, mempercepat proses bongkar muat barang,” terangnya.

Dari sisi perawatan, pihaknya akan mendatangkan dua unit crane yakni satu fix crane dan satu mobil crane. Masing masing crane berkapasitas 45 ton.

“Untuk mendatangkan crane ini kami anggarkan Rp40 miliar,” ujarnya.

Wayan mengatakan, investasi dana yang digelontorkan tahun ini merupakan bentuk antisipasi sebagai persiapan menghadapi geliat aktivitas di pelabuhan Terminal Kargo dan Petikemas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang.

Menurut dia, pelabuhan petikemas kijang yang merupakan pelabuhan transit untuk pelabuhan kargo dan petikemas mengalami peningkatan hingga 20 persen setiap tahun.

“Sejak 2015 geliatnya terus meningkat. Di tahun itu (2015), 700 kontainer setiap bulannya masuk ke pelabuhan ini, pada 2016 sebanyak 1.000 kontainer dan 2017 mencapai 1.400 kontainer setiap bulan,” katanya.

Peningkatan ini, kata dia, tidak terlepas dari peran pemerintah daerah yang memberikan dukungan penuh terhadap sektor pelabuhan khusunya di daerah Bintan.

“Makanya untuk pelabuhan bongkar muat atau barang kita investasikan lebih besar di daerah ini, karena dukungan pemerintah daerahnya (bupati) sangat maksimal dalam bidang pelabuhan,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here