Pelindo I Tanjungbalai Tetapkan Tarif Baru Masuk Pelabuhan

0
28

Selatpanjang – (suaracargo.com)

Pihak PT Pelindo I Regional Tanjungbalai Karimun menggelar rapat sosialisasi perubahan tarif masuk Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang dengan Pemda Kepulauan Meranti. Dalam rapat itu, telah disepakati tarif baru untuk pas masuk pelabuhan baik domestik maupun internasional.

Hadir dalam rapat sosialisasi itu, Wakil Bupati Drs H Said Hasyim, Kadishub DR Aready MSI, Kabag Hukum Sudandri Zaujah SH, Wakil Pimpinan DPRD Muzamil, Manager Reg TBK Capt Syahri Ramadhana MBA, Manager Kawasan Pelindo Selatpanjang Helmi, KSOP Selatpanjang diwakili Harto, tokoh paguyuban, tokoh masyarakat dan beberapa undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, Capt Syahri mengatakan, dari perbandingan komparasi, PT Pelindo I telah melakukan peningkatan kualitas pelabuhan Tanjungharapan. Bahkan, PT Pelindo Selatpanjang terus melakukan peningkatan yang akan mencapai kualitas Pelabuhan Dumai.

Dijelaskan Syahri lagi, saat ini ruang VIP di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang sudah dilengkapi ruang salat. Akan tetapi, daya listrik belum mencukupi dan sedang dalam pengurusan peningkatan daya agar ruang tunggu penumpang dapat dilengkapi dengan AC yang mencukupi.

“Karena adanya perbaikan-perbaikan itu, sudah sewajarnya dibarengi dengan perubahan tarif masuk pelabuhan,” kata Syahri.
Ditambahkan Syahri, selaku BUMN, Pelindo I berkomitmen membangun pelabuhan di Selatpanjang seperti pelabuhan yang telah dibangun di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Mereka akan menggandeng pemerintah daerah dalam kerjasama pengelolaan.

Rencana kenaikan tarif itu, untuk tarif masuk jalur domestik yang sebelumnya Rp2 ribu menjadi Rp6 ribu. Sedangkan jalur internasional dari Rp15 ribu menjadi Rp60 ribu.
Wabup Said Hasyim menyambut baik rencana Pelindo I yang akan membangun pelabuhan di Selatpanjang agar. Atas nama Pemda, mendukung sepenuhnya sehingga Selatpanjang bisa jaya seperti dahulu.

Dalam mendukung hal itu, tambah Said Hasyim, Pemda Meranti sudah membangun jalan lingkar (sepanjang jalan Beran).
“Sehingga Selatpanjang kembali menjadi bandar niaga seperti puluhan tahun silam,” harap Said Hasyim.

Di sisi lain, Said Hasyim juga menyoroti tentang kenaikan tarif jika dilihat dengan kondisi pelabuhan yang sekarang. Kemudian, disoroti juga kebiasaan pengusaha yang mana saat minyak naik ongkos keberangkatan juga naik dengan sangat cepat. Namun ketika minyak turun, tarif tidak ada yang turun.

Di tempat yang sama, Wakil Pimpinan DPRD Muzamil juga mendukung rencana perubahan tarif. Namun, kata Muzamil, perlu dipertimbangkan dengan kondisi saat ini, kenaikan diharapkan tidak terlalu tinggi. Selain itu, Pelindo I juga diminta membangun gate domestik dan luar negeri, sehingga terpisah. Pelindo I juga harus tingkatkan areal parkir.
“Kalau bisa tarif domestik pada kisaran Rp5 ribu. Naiknya jangan terlalu tinggi,” ujar Muzamil.

Harapan itu juga disampaikan Purwanto, Ketua Paguyuban Jawa. Pelindo diharapkan bisa memenuhi permintaan masyarakat untuk tarif domestik Rp5 ribu dan internasional Rp30 ribu.
DiJawab Helmi, manejer Kawasan Pelindo I, penyesuaian tarif di pelabuhan tak hanya untuk penumpang. Tetapi juga diberlakukan bagi kapal yang tambat di Selatpanjang. Jika dibandingkan dengan daerah lain, biaya satu kali tambat kapal di Selatpanjang yang hanya Rp15 ribu sangat murah karena di tempat lain ada yang mencapai Rp500 ribu.

Setelah mendengar pendapat dari banyak pihak, pada akhir rapat disepakati bahwa tarif masuk pelabuhan Selatpanjang untuk domestik Rp5 ribu dan internasional Rp50 ribu. Untuk pengelolaan pelabuhan nantinya Pelindo I bekerjasama dengan Pemda Kepulauan Meranti.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY